Cerita
· Agama & Rohani (64)
· Cinta (228)
· Humor (19)
· Kasih (61)
· Kristen (330)
· Lain-lain (632)
· Orang Tua (40)
· Peliharaan (2)
· Persahabatan (32)
· Puisi (185)
· Sikap (274)
· Sukses (31)
  Cerita Terbaru
. Kehidupan Yang Berarti
. Seorang Argo Cilik
. Beda Cowok Playboy..
. Cinta Yang Agung
. Golongan Darah
. Inipun Akan Berlalu
. Gabriella Dan Trofi
. Berjalan Dengan Keong
. 90/10
. Memilih
. Kepribadian Fleksibel
. Berpikiran Positif
. Point Of View
. Setiap Orang Ingin.
. Mari Belajar Dari..
. Kepuasan Terbesar..
. Makna Sukses
. Mencapai Potensi..
. Setiap Langkah...
. Jangan Pernah...
. Busuknya Kebencian
. Kelinci Si Penakut
  Pencarian Cerita


Exact Match Search
  About This Site
· Home
· Links
· Kontribusi
· Contact Us
· Copyright Info
· Privacy Statement
  Partners Site
· Afterhours
· Heart 'n Souls
· Palm Gaming World
  Home : Cerita : Kasih / Kristen
The goal of this site is to touch the heart and restore the soul of those who view this site in your spare time. We hope that this site may comfort the sad, befriend those that are happy, touch the heart and calm the hearts of those that are angry/bitter/upset.

Also to assist in giving wisdom/inspiration to those that work. Enjoy yourself, learn and share wisdom from our collection of inspirational stories, motivational message, inspiring messages, parables, clean jokes, love poems.


Pemberian Kasih
Oleh: Mang Ucup

Pemberian kasih kepada fakir miskin = Pemberian kasih kepada Tuhan.

Sering tersirat di dalam pikiran kita: "Wah kalau saya hidup ketika jaman Tuhan Yesus masih hidup, pasti akan saya berikan seluruh kasih sayang saya kepada Dia, bahkan kalau perlu jiwa dan raga sayapun bersedia saya korbankan untuk-Nya!"

Tetapi seperti juga yang tercantum di Matius 25:40
'Ketahuilah: waktu kalian melakukan hal itu, sekalipun kepada salah seorang dari saudara-saudara-Ku yang terhina, berarti kalian melakukannya kepada-Ku!'

Artaban adalah orang Majus yang ke empat yang tidak mendapatkan kesempatan untuk bisa bertemu dengan Tuhan Yesus ketika Ia dilahirkan di Bethlehem. Bahkan sebelumnya Artaban telah menjual seluruh harta kekayaannya agar ia bisa mempersembahkannya untuk Raja yang akan dilahirkan. Dari hasil uang tersebut ia membeli tiga buah batu permata yang sangat berharga sekali ialah batu permata saphir biru, ruby merah dan mutiara putih.

Ia telah berjanji untuk bertemu di satu tempat khusus dengan ketiga orang Majus lainnya ialah Caspar, Melchior dan Balthasar, karena waktu sudah sangat mendesak sekali, jadi apabila Artaban terlambat maka ia akan ditinggal oleh mereka. Dalam perjalanan ia melihat orang berbaring ditengah jalan, rupanya orang tsb sedang menderita sakit berat dan sangat membutuhkan sekali pertolongannya. Apabila ia tidak menolong orang tersebut, pasti orang tersebut akan meninggal dunia, sebab mereka berada disatu tempat yang sepi dan jauh dari penduduk. Tetapi kalau ia menolongnya pasti ia akan terlambat dan akan di tinggal pergi oleh kawan-kawan yang lainnya. Walaupun demikian karena ia mengetahui menolong jiwa orang ada jauh lebih penting dari segala-galanya, maka ia rela di tinggalkan oleh kawan-kawannya.

Akibatnya cukup fatal bagi Artaban, ia harus menjual batu permata sapir yang seyogianya untuk Raja tsb, sebab ia harus membiayai seluruh biaya karavan mulai dari onta-onta, makanan, minuman dan pemandu jalan untuk melampaui padang pasir sekali lagi. Disamping itu ia juga merasa sedih, sebab sang Raja tidak akan mendapatkan batu spahir nya tersebut. Walaupun ia berusaha untuk mengejar kawan-kawannya secepat mungkin, ternyata setibanya di Bethlehem pun ia terlambat lagi, karena Jusuf & Maria berikut Bayinya sudah tidak ada disana lagi.

Pada saat Artabhan tiba di Bethlehem, perajurit-perajuritnya Raja Herodes sedang dengan ganasnya menjalankan perintah Herodes untuk membunuh para bayi. Ditempat ia menginap bayi putera pemilik penginapannya hendak dibunuh pula oleh seorang komandan dari Herodes. Artabhan melihat dan mendengar ratapan tangis dari Ibu bayi tersebut dan ia merasa tidak tega dan merasa terpanggil untuk menolongnya. Oleh sebab itulah ia rela menukar jiwa dari bayi tersebut dengan batu permata ruby yang dibawanya. Hal ini membuat Arthaban bertambah sedih, karena batu permatanya untuk sang Raja semakin berkurang, bahkan hanya tinggal satu batu mutiara saja sisanya. Sebelum ia tiba di Yerusalem, tigapuluh tahun lebih ia mencari sang Raja dimana-mana dan ia merasa tercenggang mendengar bahwa Raja yang dicarinya bertahun-tahun akan di salib di Golghata.

Walaupun demikian ia merasa terhibur sebab ia masih memiliki batu permata terakhir ialah batu mutiara yang bisa ia gunakan untuk menebus hidup-Nya Raja, agar Ia tidak disalib. Seperti halnya ketika ia menebus hidupnya seorang bayi ketika ia berada di Bethlehem. Dalam perjalanan menuju ke Golgatha ia melihat seorang anak perempuan menangis dan meratap meminta tolong kepadanya: "Tuan tolonglah saya, para perajurit akan menjual diri saya sebagai budak, karena ayah saya mempunyai hutang banyak. Ayah saya tidak mampu melunasi hutang tersebut, oleh sebab itulah sebagai gantinya ia mengambil diri saya untuk dijual. Tolong tuan!" Walaupun betapa sedihnya hati Arthaban, tetapi ia melihat keadaan sangat mendesak sekali, sebelum anak ini dijual dan dijadikan budak untuk seumur hidupnya, lebih baik ia menukar batu mutiaranya untuk menebus anak tersebut dan menyelamatkannya.

Setelah itu langit menjadi gelap gulita dan terjadi gempa bumi, sehingga ia jatuh terbaring dan gadis tersebut jatuh pula terbaring diatas pundaknya. Tiba-tiba secara tidak sadar ia mengerakkan bibirnya dan berbicara: 'Tuhan, kapan kami pernah melihat Tuhan lapar lalu kami memberi Tuhan makan, atau haus lalu kami memberi Tuhan minum? Kapan kami pernah melihat Tuhan sebagai orang asing, lalu kami menyambut Tuhan ke dalam rumah kami? Kapan Tuhan pernah tidak berpakaian, lalu kami memberi Tuhan pakaian? Kapan kami pernah melihat Tuhan sakit atau dipenjarakan, lalu kami menolong Tuhan?' Dan dari jauh terdengar suara sayup-sayup yang sangat lembut menjawab: "Ketahuilah: waktu kalian melakukan hal itu, sekalipun kepada salah seorang dari saudara-saudara-Ku yang terhina, berarti kalian melakukannya kepada-Ku!"

Setelah itu meninggalah Arthaban. Ia meninggal dengan mulut penuh senyuman, karena ia mengetahui bahwa semua jerih payahnya dan semua hadiah untuk Raja telah diterima oleh Raja dengan baik.


Reviews:
***** [Agt 19, 2006] by Dina Istova
When Mary showed the baby to her people, they said that this was truly an amazing thing that had happened. The newly born baby (Jesus) replied to the people:

He said: "I am indeed a servant of Allah: He hath given me revelation and made me a prophet; "And He hath made me Blessed wheresoever I be and hath enjoined on me Prayer and Charity as long as I live; "(He) hath made me kind to my mother and not overbearing or miserable; "So Peace is on me the day I was born the day that I die and the Day that I shall be raised up to life (again)"!

***** [Apr 18, 2005] by Zerra
Saya ingin menceritakan perjalanan diri saya: Saya adalah orang yang dikasihi oleh Tuhan Yesus, padahal saya telah pindah agama 4 kali, islam, kristen, islam, kristen. Saya tlah mengalami kecelakan 2 kali yang cukup tradis, dimana para penumpang b.01 jurusan grogol-pluit mengalami luka yang cukup tradis sekali, saya heran benar-benar heran saya hanya mengalami lecet sedikit di tangan kanan saya. Saya benar-benar menangis di jalan dan saya menceritakan pada tante saya, dan dia pun terkejut. Tante saya adalah orang yang gemar sekali pergi ke gereja-gereja di manapun berada, dia mempunyai mukjizat yaitu dia bisa berbicara pada Tuhan Yesus, karena dia telah menerima pengurapan dari Pdt.Yesaya Pariadji, di muara karang. Saya sekarang heran sekali pada tujuan hidup saya, jikalau saya memilih Tuhan Yesus saya jauh dari pacar saya, tapi kalau saya memilih pacar saya saya jauh dari pintu surga yang Tuhan Yesus telah sediakan bagi umat-umatnya dan saya. SHALOM.

***** [Apr 18, 2005] by Zerra
Review saya adalah: Boleh mengasih apa yang kita punya tetapi kita harus melihat apakah kita mencukupi atau belum! Dan jangan kita mengasih hanya untuk sekedar pameran belaka yang telah kita pikirkan! Seperti di alkitab tertera: "Kasihilah sesamamu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri!" From zerra. Umur:17th.

Copyright © Heart 'n Souls Indonesia, 2001. All Rights Reserved.