Budha dan Penjahat
Oleh: Anthony de Mello, SJ
Sumber: Doa Sang Katak 2
Pada suatu ketika, Buddha diancam akan dibunuh oleh seorang penjahat yang bernama Angulimal.
"Kalau demikian, saya minta engkau mengabulkan keinginan saya yang terakhir," kata Buddha. "Potonglah dahan pohon itu."
Satu tebasan pedang cukup untuk memotongnya! "Apa lagi?" kata penjahat itu.
Kembalikan dahan itu ke pohonnya," kata Buddha.
Bandit itu tertawa, "Engkau gila. Kau pikir ada orang dapat melakukan hal itu?"
"Sebaliknya. Engkaulah yang gila. Engkau merasa diri berkuasa karena dapat melukai dan menghancurkan. Itu pekerjaan anak-anak. Orang yang sungguh berkuasa tahu cara menciptakan dan menyembuhkan."
Sebuah alat palantak dapat menghancurkan tembok; namun tidak dapat mengembalikan kerusakannya.
Reviews:
***** [Feb 22, 2006] by Grat Surahman
Dunia sekarang memang diwarnai budaya kematian (kekerasan, nafsu merusak dsb). Tentu dibutuhkan potensi yang sangat besar untuk menumbuhkan budaya kehidupan sebagai habitus baru. Sanggupkah kita memulainya?
***** [Sep 26, 2005] by Adesta
Sifat baik dan jahat adalah sifat alami manusia namun manusia itu sendiri yang harus memilihnya, jika sifat yang baik terus diasah maka akan menghasilkan buah yang baik namun sebaliknya.
***** [Jul 31, 2003] by Randy
Bagus yah. Semoga semua makhluk dapat hidup berbahagia. Sadhu!! Sadhu!! Sadhu!!
***** [Jul 17, 2003] by Hari
Menghancurkan, kekerasan? siapapun bisa. Kasih, penaklukan diri? bisakah anda?