Cerita
· Agama & Rohani (64)
· Cinta (228)
· Humor (19)
· Kasih (61)
· Kristen (330)
· Lain-lain (632)
· Orang Tua (40)
· Peliharaan (2)
· Persahabatan (32)
· Puisi (185)
· Sikap (274)
· Sukses (31)
  Cerita Terbaru
. Kehidupan Yang Berarti
. Seorang Argo Cilik
. Beda Cowok Playboy..
. Cinta Yang Agung
. Golongan Darah
. Inipun Akan Berlalu
. Gabriella Dan Trofi
. Berjalan Dengan Keong
. 90/10
. Memilih
. Kepribadian Fleksibel
. Berpikiran Positif
. Point Of View
. Setiap Orang Ingin.
. Mari Belajar Dari..
. Kepuasan Terbesar..
. Makna Sukses
. Mencapai Potensi..
. Setiap Langkah...
. Jangan Pernah...
. Busuknya Kebencian
. Kelinci Si Penakut
  Pencarian Cerita


Exact Match Search
  About This Site
· Home
· Links
· Kontribusi
· Contact Us
· Copyright Info
· Privacy Statement
  Partners Site
· Afterhours
· Heart 'n Souls
· Palm Gaming World
  Home : Cerita : Kasih
The goal of this site is to touch the heart and restore the soul of those who view this site in your spare time. We hope that this site may comfort the sad, befriend those that are happy, touch the heart and calm the hearts of those that are angry/bitter/upset.

Also to assist in giving wisdom/inspiration to those that work. Enjoy yourself, learn and share wisdom from our collection of inspirational stories, motivational message, inspiring messages, parables, clean jokes, love poems.


Hati Yang Indah
Oleh: Tidak Diketahui

Rumah kami langsung berseberangan dengan pintu masuk RS John Hopkins di Baltimore. Kami tinggal dilantai dasar dan menyewakan kamar-kamar lantai atas pada para pasien yang ke klinik itu.

Suatu petang dimusim panas, ketika aku sedang menyiapkan makan malam, ada orang mengetuk pintu. Saat kubuka, yang kutatap ialah seorang pria dengan wajah yang benar buruk sekali rupanya.

"Lho, dia ini juga hampir cuma setinggi anakku yang berusia 8 tahun," pikirku ketika aku mengamati tubuh yang bungkuk dan sudah serba keriput ini. Tapi yang mengerikan ialah wajahnya, begitu miring besar sebelah akibat bengkak, merah dan seperti daging mentah., hiiiihh...!

Tapi suaranya begitu lembut menyenangkan ketika ia berkata, "Selamat malam. Saya ini kemari untuk melihat apakah anda punya kamar hanya buat semalam saja. Saya datang berobat dan tiba dari pantai Timur, dan ternyata tidak ada bis lagi sampai esok pagi."

Ia bilang sudah mencoba mencari kamar sejak tadi siang tanpa hasil, tidak ada seorangpun tampaknya yang punya kamar.

"Aku rasa mungkin karena wajahku... Saya tahu kelihatannya memang mengerikan, tapi dokterku bilang dengan beberapa kali pengobatan lagi..."

Untuk sesaat aku mulai ragu-ragu, tapi kemudian kata-kata selanjutnya menenteramkan dan meyakinkanku: "Oh aku bisa kok tidur dikursi goyang diluar sini, di veranda samping ini. Toh bisku esok pagi-pagi juga sudah berangkat."

Aku katakan kepadanya bahwa kami akan mencarikan ranjang buat dia, untuk beristirahat diveranda. Aku masuk kedalam menyelesaikan makan malam. Setelah rampung, aku mengundang pria tua itu, kalau-kalau ia mau ikut makan.

"Wah, terima kasih, tapi saya sudah bawa cukup banyak makanan." Dan ia menunjukkan sebuah kantung kertas coklat.

Selesai dengan mencuci piring-piring, aku keluar mengobrol dengannya beberapa menit. Tak butuh waktu lama untuk melihat bahwa orang tua ini memiliki sebuah hati yang ter-lampau besar untuk dijejalkan ketubuhnya yang kecil ini.

Dia bercerita ia menangkap ikan untuk menunjang putrinya, kelima anak-anaknya, dan istrinya, yang tanpa daya telah lumpuh selamanya akibat luka ditulang punggung. Ia bercerita itu bukan dengan berkeluh kesah dan mengadu; malah sesungguhnya, setiap kalimat selalu didahului dengan ucapan syukur pada Allah untuk suatu berkat!

Ia berterima kasih bahwa tidak ada rasa sakit yang menyertai penyakitnya, yang rupa-rupanya adalah semacam kanker kulit. Ia bersyukur pada Allah yang memberinya ke-kuatan untuk bisa terus maju dan bertahan.

Saatnya tidur, kami bukakan ranjang-lipat-kain berkemah untuknya dikamar anak-anak. Esoknya waktu aku bangun, seprei dan selimut sudah rapi terlipat dan pria tua itu sudah berada di veranda.

Ia menolak makan pagi, tapi sesaat sebelum ia berangkat naik bis, ia berhenti sebentar, seakan meminta suatu bantuan besar, ia berkata, "Permisi, bolehkah aku datang dan tinggal disini lagi lain kali bila aku harus kembali berobat? Saya sungguh tidak akan merepotkan anda sedikitpun. Saya bisa kok tidur enak dikursi."

Ia berhenti sejenak dan lalu menambahkan, "Anak-anak anda membuatku begitu merasa kerasan seperti di rumah sendiri. Orang dewasa rasanya terganggu oleh rupa buruknya wajahku, tetapi anak-anak tampaknya tidak terganggu."

Aku katakan silahkan datang kembali setiap saat.

Ketika ia datang lagi, Ia tiba pagi-pagi jam tujuh lewat sedikit. Sebagai oleh-oleh, ia bawakan seekor Ikan besar dan satu liter kerang oyster terbesar yang pernah kulihat. Ia bilang, pagi sebelum berangkat, semuanya ia kuliti supaya tetap bagus dan segar.

Aku tahu bis-nya berangkat jam 4.00 pagi, entah jam berapa ia sudah harus bangun untuk mengerjakan semuanya ini bagi kami. Selama tahun-tahun ia datang dan tinggal bersama kami, tidak pernah sekalipun ia datang tanpa membawakan kami ikan atau kerang oyster atau sayur mayur dari kebunnya. Beberapa kali kami terima kiriman lewat pos, selalu lewat kilat khusus, ikan dan oyster terbungkus dalam sebuah kotak penuh daun bayam atau sejenis kol, setiap helai tercuci bersih.

Mengetahui bahwa ia harus berjalan sekitar 5 km untuk mengirimkan semua itu, dan sadar betapa sedikit penghasilannya, kiriman-kiriman dia menjadi makin bernilai...

Ketika aku menerima kiriman oleh-oleh itu, sering aku teringat kepada komentar tetangga kami pada hari ia pulang ketika pertama kali datang.

"Ehhh, kau terima dia bermalam ya, orang yang luar biasa jelek menjijikkan mukanya itu? Tadi malam ia kutolak. Waduhh, celaka dehh.., kita kan bakal kehilangan langganan kalau nerima orang macam gitu!"

Oh ya, memang boleh jadi kita kehilangan satu dua tamu. Tapi seandainya mereka sempat mengenalnya, mungkin penyakit mereka bakal jadi akan lebih mudah untuk dipikul. Aku tahu kami sekeluarga akan selalu bersyukur, sempat dan telah mengenalnya; dari dia kami belajar apa artinya menerima yang buruk tanpa mengeluh, dan yang baik dengan bersyukur kepada Allah.

Baru-baru ini aku mengunjungi seorang teman yang punya rumah kaca. Ketika ia menunjukkan tanaman-tanaman bunganya, kami sampai pada satu tanaman krisan (timum) yang paling cantik dari semuanya, lebat penuh tertutup bunga berwarna kuning emas. Tapi aku jadi heran sekali, melihat ia tertanam dalam sebuah ember tua, sudah penyok berkarat pula.

Dalam hati aku berkata, "Kalau ini tanamanku, pastilah sudah akan kutanam didalam bejana terindah yang kumiliki."

Tapi temanku merubah cara pikirku.

"Ahh, aku sedang kekurangan pot saat itu," ia coba terangkan, "dan tahu ini bakal cantik sekali, aku pikir tidak apalah sementara aku pakai ember loak ini. Toh cuma buat sebentar saja, sampai aku bisa menanamnya ditaman."

Ia pastilah terheran-heran sendiri melihat aku tertawa begitu gembira, tapi aku membayangkan kejadian dan skenario seperti itu disurga.

"Hah, yang ini luar biasa bagusnya," mungkin begitulah kata Allah saat Ia sampai pada jiwa nelayan tua baik itu.

"Ia pastilah tidak akan keberatan memulai dulu didalam badan kecil ini."

Semua ini sudah lama terjadi, dulu - dan kini, didalam taman Allah, betapa tinggi mestinya berdirinya jiwa manis baik ini.

"Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati." (1 Samuel 16:7b)

Sahabat-sahabat adalah istimewa sekali. Mereka membuatmu tersenyum dan mendorongmu jadi sukses. Mereka meminjamimu sebuah kuping dan berbagi suatu kata pujian.

Buatlah seseorang tersenyum hari ini.


Reviews:
***** [Nov 16, 2006] by Yan
Citta amat bagus n banyak pengajaran yang boleh kita ambik darinya

**** [Nov 14, 2006] by Uthe
ceritanya bagus... selama kita hidup kita gak bisa panjangin umur kita, yang bisa kita lakukan adalah memperlebar hidup ini yang artinya kita bisa membuat agar hidup ini menjadi bermakna buat orang lain terutama buat Tuhan. Lakukanlah segala sesuatunya seperti untuk Tuhan... God Bless You..

***** [Oct 05, 2006] by Pinky
Jangan menilai seseorang dari luar, karna tampak luar kadang menipu. Percaya atau engga keadaan Pa Tua itu merupakan akibat dari perbuatannya di maasa lalu yg hrs dibayar pada masa sekarang. Tp yakin di kehidupan yg mendatang hidupnya akan berbahagia. Karena tdk ada pesta yg tdk berakhir begitu juga kesusahan,suatu saat akan berakhir

***** [Agt 08, 2006] by Claudio Kevin
Cerita ini bagus banget

**** [May 03, 2006] by Atyla Azahra Hadiah
Luar Biasa

***** [Apr 24, 2006] by Angel
Sebuah kisah yang bagus sekali!!

Membuatku tersadar..bahwa apapun yang terjadi dengan diri kita kita harus selalu bersyukur.

Aku malu sekali dengan pak tua yang ada di cerita itu..karena seringkali aku mengeluh dan meratapi nasib hanya karena tersandung dengan batu kecil.

Hidup ini memang terkadang tidak adil..tapi percayalah..DIA memiliki rencana bagi kita..

Aku tahu itu...dan aku berusaha untuk menjadi lebih kuat lagi sebab..kita tidak tahu betapa beruntungnya kita..apapun keadaan kita saat ini.

May GOD bless us all.

***** [Apr 18, 2006] by Fie
Buat yang ngerasa cakep n cantik, tingkatin terus inner beauty-nya, apalagi buat yang engga. Hehehe.. Ok?

***** [Jan 13, 2006] by Mercy
Cerita ini bagus banget.. memang benar terkadang tanpa disadari kita selalu menilai seseorang dari luarnya saja.. percaya atau tidak!!! So.. bersyukurlah sebab kita punya TUHAN yang luar biasa yang mau menerima kita apa adanya dan tidak menilai kita dari apa yang kita miliki.. Mengucap Syukurlah.. apapun keadaan kita pada saat ini... coz... YESUS melihat isi hati dan pikiran kita bukan kekeyaan, kepintaran maupun fisik kita... otree.. PERCAYALAH.

**** [Oct 24, 2005] by Dedy Hutagalung
Kasih membuat kita semakin mendapatkan jalan hidup yang indah.

***** [Oct 08, 2005] by Frunnze
Artinya itu hidup di dunia ini hanya sementara aja, dan itu merupakan ujian, dan ujian hanya sementara aja, en kalo kita udah lulus ujian dengan baik maka kita akan ada di surga. TUHAN ITU ADA! KAMU GAK NGERTI CARA BERPIKIRNYA TUHAN KARENA KAMU BUKAN TUHAN.

***** [Sep 28, 2005] by Benhard
Gw ga ngerti apa maksud nya.. yang pasti di sini gw liat bahwa Tuhan tuh ga ada.. kalau pun Tuhan ada ! kenapa Tuhan memberikan penyakit sedemikian sadisnya pada pak tua tersebut!!! Pak tua tersebut baik, berhati besar.. tapi ko masih miskin dan hidup dengan cara begitu ! SUMPAH GW GA NGERTI.. GW KADANG SUKA BERTANYA TANYA,,, SEBENARNYA TUHAN ITU ADA GA SIH BAGI ORANG ORANG YANG BAIK?? KALAU PUN ADA KENAPA SEIAP ORANG JAHAT DI DUNIA INI SELALU ENAK HIDUPNYA... GA NGERTI GW DEH AH!!!

***** [Feb 20, 2005] by Charlene
Cerita ini bener-bener menyentuh hati gw.. sebenernya gw bingung apa sih artinya persahabatan.. kalo ada yang tau tolong bales surat gw ini ya...

***** [Nov 09, 2004] by Deru Resy
He.. he.. Cocok buat orang yang ga pernah ngucap syukur!! And..., Jangan Sombong ya jadi orang yang cakep. he.he...

***** [Nov 08, 2004] by Revi Nova
Cerita ini bagus sekali dan amat menyentuh. Cerita ini menyadarkan kita supaya selalu mengucap syukur kapada Allah dalam segala kondisi. Selain itu agar kita jangan menilai orang hanya dari penampilan luarnya saja. Thx buat orang yang nyusun cerita ini deh :)

***** [Sep 03, 2004] by Wewo
Tau nih. Capek gue bacanye.

**** [Jul 02, 2004] by M. Leona Kbarek
Menyentuh hati skali, cocok untuk mereka yang tidak perna merasa puas! Mengucap Syukur slalu...

**** [Jun 26, 2004] by Vivy
Tuhan mengasihi dan menerima kita apa adanya. Karena kita anak Tuhan maka kita juga harus mengasihi dan menerima orang lain apa adanya.

**** [May 14, 2004] by ^^Lucu^^
Panjang banget puisinya ga cape tuh nulisnya? Gila.

***** [Apr 29, 2004] by Erika
Terharu..., hiks.. hiks.., mengingatkan betapa masih kecilnya hati manusia kebanyakan.

***** [Mar 18, 2004] by Hendra
Betapa bermaknanya hati yang indah dan terpelihara dalam kasih Tuhan. Suatu cerita yang menyentuh dan sangat realistis untuk kita jadikan panutan dalam hidup ini.

***** [Jan 16, 2004] by R1q-q1u
Cerita ini sangat mengingatkan saya akan Tuhan Yesus, betapa ia sering mengetuk pintu hati setiap orang akan tetapi tidak semua orang yang membukakan pintu, bahkan menolak Dia. Akan tetapi siapa yang membukakan pintu bagi-Nya, Ia akan terus menemani orang tersebut, dan tak akan meninggalkan orang tersebut, yang lebih oke lagi orang tersebut akan mempunyai damai sejahtera, sukacita, kasih yang gak akan pernah berkesudahan... Thanks buat orang yang ngebuat cerita ini. GBU!

***** [Dec 17, 2003] by Fernanda
Dapat mengenal seseorang yang memiliki hati yang baik adalah sebuah anugerah.. dan menjadi orang yang berhati baik adalah kasih karunia...

***** [Nov 14, 2003] by Beni Freitas
Cerita ini sangat mengakar dan bermaka SETIA HATI.

***** [Nov 13, 2003] by Cherrya
Bagus..!! n ngena banget ama kehidupan manusia yang sering menilai sesuatu dari luarnya aja.

***** [Nov 07, 2003] by Bewoxs
Bagus.. gw suka banget tuh...!!?

***** [Oct 29, 2003] by Dirgantara
Sangat menyentuh hati.

***** [Sep 18, 2003] by Penny
Cerita ini sangat menyentuh. Mengingatkan kita kalau dalam diri setiap orang pastilah ada hati yang indah yang PENUH KASIH. Bersyukurlah pada Tuhan!!

***** [Sep 09, 2003] by Shelie
Cerita ini bener-bener indah banget karna jarang ada orang yang tau kebaikan hati tanpa mengenalnya dahulu.

***** [Sep 07, 2003] by Yudha
Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri karena Tuhan juga selalu mengasihi seluruh manusia.

**** [Apr 13, 2003] by Lora
Cerita yang menarik dan sangat menyentuh hati.

***** [Mar 22, 2003] by Diana
Zhenme hao a...

***** [Mar 09, 2003] by Sondang
God is good...

***** [Jan 28, 2003] by Rizal
Cerita ini sangat menyentuh kita semua yang masih punya hati. Baik bagi umat kristiani, islam atau siapapun umat manusia.

***** [Sep 30, 2002] by Editha Andriputri
Very impressive!!

Copyright © Heart 'n Souls Indonesia, 2001. All Rights Reserved.