Bunga Bakung
Oleh: Tidak Diketahui
Seorang anak sambil menangis kembali ke rumah. Ia menangis semakin
keras ketika bertemu ibunya. Ia merasa segala usahanya tidak dihiraukan
baik oleh guru maupun teman-teman kelasnya. Ia telah berusaha, namun
seakan-akan usahanya tidak layak dihargai. Ia menjadi benci akan
teman-temannya.
Ia menjengkeli gurunya.
Setelah mendengar keluhan anaknya, sang ibu bertanya: 'Pernahkan
engkau memperhatikan kembang bakung milik tetangga di lorong jalan ke
rumah kita?'
Anak itu menggelengkan kepala.
'Bakung itu berkembang setiap pagi, dan di akhir hari kembang bakung
tersebut akan layu dan mati. Namun sebelum mati, ia telah memberikan
yang terbaik, ia telah memancarkan keindahannya.' Anak itu berhenti
menangis dan mendengarkan dengan penuh hati.
'Setiap hari ia memberikan keindahan yang sama. Setiap hari ia
memberikan keharuman yang sama walau kadang tak dihiraukan orang.
Keindahannya tak pernah berkurang karena engkau tak pernah
memperhatikannya. Ia tidak pernah bersedih bila tak diperhatikan orang,
karena ia tahu bahwa dalam hidupnya ia cuma punya satu misi yakni
memberikan keindahan.'
Anak itu memahami maksud ibunya.
Reviews:
**** [Mar 02, 2006] by VeeRee
Bo'ong!!! Gimana ibu itu bisa tau perassan bunga bakung?? :P
***** [Feb 21, 2006] by Wied
Being live like bakung.