Bukan Aku Tak Cinta
Oleh: Michael
Disadur: Tulang Rusuk
Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal.
Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya. Pukul 18.30.
"Tinnn.. Tiiiinnnnn...!!"
Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah.
Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang.
"Mama, mama.. Mama, mama..." Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja.
Dengan cemas Cassie bertanya, "Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?"
Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata.
Cassie makin gencar bertanya, "Mama, mama... mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?"
Tiba-tiba...
"Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!" Mama membentak dengan suara tinggi.
Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama... Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama?
Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.
Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa.
"Tinnn.. Tiiiinnnnn...!!"
Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan.
"Cassie mana?". "Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya."
Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir
dengan hati terluka: "Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan
susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu
bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang
memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu."
Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka.
"Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?"
Reviews:
**** [Jun 23, 2007] by Irfan
Terima kasih atas ceritanya sehingga saya sadar bagaimana sebagai orang tua
walaupun kita lelah dan kesal dalam kerja tetapi anak selalu dapat
menghilangkan semua rasah lelah dan kesal
***** [Jun 08, 2007] by Esge
Mungkin saya dulu mengalamihal demikian juga ya... entahlah.... Saya mulai
sekarang harus jadi ayah yang bijak.... jangan seperti mereka...
***** [May 28, 2007] by Iin Sobirin AR
Ceritanya luar biasa..makasih atas ceritanya sangat bagus..kini aku benar2
punya bekal yg luar biasa untuk menjadi seorang ayah,,,trim.s bgt...:)
***** [May 05, 2007] by Johan
Cinta memang bisa membuat kita gila,apabila cinta kita tak dianggap atau
diterima oleh orang yang kita cintai.
***** [Jun 22, 2006] by Reni Susanti
Kenapa?kebahagian itu susah didapatkan atau itu merupakan sebuah takdir seseorangkah itu?
* [Jun 13, 2006] by Tien
Cassie kamu tidak dewasa...selain bentakan, ada hal lain kan yang menunjukkan betapa sayang orangtuamu padamu. Aku juga sering dibentak waktu kecil, tapi sekarang aku tahu itu tidak keluar dari hati orangtuaku, setiap orang pernah membentak kan ?? Atau mungkin cassie terlalu manja ??
***** [Jan 30, 2006] by Iin
Terharu nih... hayo.. siap-aiap jadi orangtua yang baik ya...
**** [Oct 03, 2005] by Niko
Dia tuch jangan terlalu sensitife banget. Kadang" cuex is the best.
**** [Feb 28, 2005] by Yoeri
Emang sulit mengampuni org lain, tapi ingat kasih itu murah hati dan kita hrs mengampuni orang yg bersalah pd kita jika kita mau dosa kita diampuni olahNya.
***** [Dec 20, 2004] by Qq
Mengampuni itu emang susah but kita tetap mengampuni orang yang salah sama kita bagaimanapun sakitnya hati kita.
***** [Sep 23, 2004] by Rio
Kasih bisa mengampuni. Maka saling mengampuni, dengan begitu kita bisa merasakan kasih satu sama lain.
**** [Jun 26, 2004] by Vivy
Orang yang paling dekat sama kita adalah orang-orang yang paling berpotensial menyakiti kita.
*** [Jun 24, 2004] by Nadia
Cassie harus belajar menjadi dewasa. Dia bertumbuh, ditulis menjadi semakin tinggi, remaja dan dewasa. Selama itu apa cassie tidak belajar dari hidup? Jangan hanya melihat pada sisi mama dan papa. Sebab mama papa mengira mereka juga dulu mengalaminya. Dan buat kita semua, banyak Cassie-cassie lain, atau kamu salah satunya, yang terus mengurung dirinya dalam sakit hati masa lalu, kalau saja tidak dikabarkan tentang arti sebuah pengampunan.
* [May 11, 2004] by Gothika
Cara pegang landak masak nga tau? Pake aza sarung tangan ama jaket tebal trus u gunting durinya, udah deh meluk tuh landak sampai puas.
***** [Nov 05, 2002] by Rossan
Kejadian yang sempat membuat seseorang sakit hati memang sangat membekas di hati, karena itu jangan pernah menyakiti hati orang yang paling kita sayangi, karena akan membuat kita jauh darinya.