Di Kedalaman Hati Bodogol
Oleh: Budi Mulyana
Genggaman tangan, berpaut hati
bersama menjalin tali kasih yg tulus
membina persahabatan yang abadi
meramaikan jalan kehidupan yang sempurna
Tiada hari seindah yang kita lewati bersama
merentang hidup detik demi detik
tak satupun terlewati untuk
menikmatinya
derai keceriaan hidup terpancar sudah
Tak ada kesedihan disana
dibelantara hutan yang menjaga
kedamaian
yang memberikan arti sebuah
persahabatan
yang akan tergores dalam pita
sanubari kehidupan
Sahabat...
apa yang telah kita lewati bersama
dengan sejuta canda dan tawa
membawa kita melayang pada asa yang nyata.
http://www.pendakierror.com
http://hijjau.4-all.org
Reviews:
* [Sep 09, 2005] by Crazy Person
Its soooooo boring...
***** [Feb 19, 2005] by Complain
ku tak bisa melukai
bila datang tanpa hati
mencoba berpaling dari luka
dengan mencoba menyingkap
sebuah masa lalu
Tapi aku tak mungkin
melukai hati sajak
yang sesaat bersama
########
20-t
kali ini aku mencari sebuah detak
dalam aliran darah
dari mata yang mencair
dia
laki-laki
ilahi patuh
ya bahagia d /a
###
meniti hidup
coba kau pandang
cara ia berjalan
dalam awan yang tak teraba
mencari hayal dalam diri
mtanya masih tertutup
kabut tebal
tolonglah dia
papahlah dia
berikan dia tongkat
memeijakkan kaki di ladang
yang kering, tandus
########
icu
aaaa..aa
menahan sakit
terlentang
sekarat
mati
####
kehidupan
biru
bebas
hitam
mati
merah
berbunga-bunga
putih
suci
###
jangan pernah mencoba melupakan
pada tetes embun pertama
ku saksikan semua telah terjawab
memenuhi cerita bunga
tapi, aku bertahan
mencoba pergi tanopa melupakan
dalam wajah yang tersimpan
di gua tak teraba
###
patah hati
perih
benci
pasarah
lupakan
buang jauh-jauh
bebas
###
17
jika bungaku mekar
tak perlu ku bersorak-sorak
atau berpesta pora
buatkan saja aku
air putih suci berhias
tuju rupa bunga
di dalam sebuah telaga
yang kering
###
Siluet matinya banda Aceh
tawa itu terdengar
jalan yang telah bergelombang
membisukan, menghitamkan
satu jam di bagi empat
semua bersujud
mengumandangkan adzan
berteriak mengapai tuhannya
aceh menjadi hitam
di hiasi air laut beserta ikan yang masih berdetak
ikan itu bernama 'manusia'
sang ayah mendekap anaknya
sang anak bertanya
"ayah, inikah arak-arakan kiamat'
sang ayah meneteskan airmata
dan semakin erat mendekap sang anak
ayah menjawab'entahlah nak, alamlah yang tau'
bangkai, yang seharusnya tidak ada
kini harus terlihat di sepanjang jalan
seperti surga pemandangan itu
di perempatan jalan
anak kecil duduk di samping sang ibu
sang anak membersihkan muka ibunya dengan sehelai bajun
(kini, semua tingal arak-arakan menuju darah yang entah kapan akan kembali mengusung dengan kereta senjanya)
manusia cerobong asap
manusia dalam cerobong asap
menghirup udara hitam
sinar merah menyengat
menghisi gaungan srigala
kini manusia berteduh tanpa teriakan
inikah tuhan umatmu
inkarnasi kertas lusuh
kertas lusuh mengingat masa lampau
dunia gelap terpejam sesaat
surga neraka menghampiri kembali
kumasukkan kepala keruang waktu
hitam putih mengingat masa lampau
mengapai tangan meraih bulan
sakura berkembang kan datang
inkarnasi dunia menyambut dunia
bumi hitam
hancur pecah belah
selendang hitam menari di bumi
kolong jembatan bersemayam pemimpin
putih telah menjadi hitam
ular berjubah bulu domba
singgah duduk di balik meja
gula teresa di lidah pahit
maut mengintip di jendela
tutuplah rapat-rapat pintu hati
pacarku
hey..cantik
hey..brengsek
sajak telah rela kau pergi
biarlah sajak pergi
bersama duka isak di malam penghaaabisan
yang tak akan kembali
ku tak bisa melukai
bila datang tanpa hati
mencoba berpaling dari luka
dengan mencoba menyingkap
sebuah