Asam atau Manis?
Oleh: Melanie Schurr
Kiriman: Azallea Lesmana
"Mereka menajamkan lidahnya seperti ular, bisa ular senduk ada di bawah bibirnya." (Mzm 140:3)
Tahukan Anda bahwa kadang-kadang perkataan bisa menyakiti kita seperti, jika tidak lebih dalam, daripada luka fisik? Itu yang terjadi, kata-kata yang dikeluarkan penuh dengan amarah, frustasi, kebencian, dan kecemburuan dapat melukai begitu dalam. Jika situasi memanas, kita mengucapkan sesuatu yang sebenarnya tidak kita maksudkan, tetapi sekali perkataan itu keluar dari bibir kita, semua sudah terlambat, luka sudah ditoreh, kecuali permintaan maaf juga cepat diujarkan. Kita semua bersalah karena seringkali mengucapkan kata-kata yang pedas dan tidak dipikir sebelumnya, tetapi suatu cara untuk menghindari hal ini terjadi kembali, adalah dengan mempraktekkan kesabaran dan kasih.
Sama seperti bisa ular dapat disemburkan begitu cepat sehingga tidak terlihat oleh mata manusia, kita harus berpikir sebelum mengucapkan sesuatu, daripada berbicara lalu berpikir (dan seringkali menyesal). Untuk melakukan hal tersebut kita butuh kesabaran; suatu kekuatan yang tidak terlihat oleh mata yang membuat kita mampu untuk menunggu tanpa harus merasa marah. Kemudian, kita juga memiliki kesempatan untuk memikirkan cara yang terbaik dan paling bijak, dengan kasih, daripada menggunakan kebencian atau kemarahan. Yang saya maksudkan dengan "cara yang terbaik", tentu saja yang paling bijak juga adalah: cara Tuhan.
Ketika saya berada dalam situasi yang genting dimana ungkapan-ungkapan tajam dapat saja terlontarkan, saya bertanya kepada diri saya sendiri, "Apa yang Yesus akan ucapkan?" Ketidaksempurnaan kita membuat kita jauh dalam dosa, tetapi bukan berati kita tidak bisa mencapai tingkat kedewasaan rohani yang lebih tinggi bahkan dengan memperhatikan kekudusan ucapan kita. Akankah ucapan kita akan terdengar seasam cuka, atau semanis madu?
Reviews:
**** [Mar 04, 2005] by Tryan T.
Apakah perkataan bisa ditarik kembali... [saat orang lain terluka oleh perkataan kita]..? *pastilah tidak bisa, semua orang jatuh dalam dosa.. minta pengampunan pada Tuhan lalu kepada orang yang tersakiti itulah langkah yang ter baik.
Apakah racun ular yang mematikan dapat dikeluar saat tercampur dengan darah kita...? *Tentu kita tidak dapat, tetapi ada dokter dari segala doter yang dapat, Begitu juga kita yang jatuh dalam dosa hanya Yesus yang dapat menolong kita .
Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita.{Amien}
*... apa