Cerita
· Agama & Rohani (64)
· Cinta (228)
· Humor (19)
· Kasih (61)
· Kristen (330)
· Lain-lain (632)
· Orang Tua (40)
· Peliharaan (2)
· Persahabatan (32)
· Puisi (185)
· Sikap (274)
· Sukses (31)
  Cerita Terbaru
. Kehidupan Yang Berarti
. Seorang Argo Cilik
. Beda Cowok Playboy..
. Cinta Yang Agung
. Golongan Darah
. Inipun Akan Berlalu
. Gabriella Dan Trofi
. Berjalan Dengan Keong
. 90/10
. Memilih
. Kepribadian Fleksibel
. Berpikiran Positif
. Point Of View
. Setiap Orang Ingin.
. Mari Belajar Dari..
. Kepuasan Terbesar..
. Makna Sukses
. Mencapai Potensi..
. Setiap Langkah...
. Jangan Pernah...
. Busuknya Kebencian
. Kelinci Si Penakut
  Pencarian Cerita


Exact Match Search
  About This Site
· Home
· Links
· Kontribusi
· Contact Us
· Copyright Info
· Privacy Statement
  Partners Site
· Afterhours
· Heart 'n Souls
· Palm Gaming World
  Home : Cerita : Kristen / Sikap
The goal of this site is to touch the heart and restore the soul of those who view this site in your spare time. We hope that this site may comfort the sad, befriend those that are happy, touch the heart and calm the hearts of those that are angry/bitter/upset.

Also to assist in giving wisdom/inspiration to those that work. Enjoy yourself, learn and share wisdom from our collection of inspirational stories, motivational message, inspiring messages, parables, clean jokes, love poems.


Asam atau Manis?
Oleh: Melanie Schurr
Kiriman: Azallea Lesmana

"Mereka menajamkan lidahnya seperti ular, bisa ular senduk ada di bawah bibirnya." (Mzm 140:3)

Tahukan Anda bahwa kadang-kadang perkataan bisa menyakiti kita seperti, jika tidak lebih dalam, daripada luka fisik? Itu yang terjadi, kata-kata yang dikeluarkan penuh dengan amarah, frustasi, kebencian, dan kecemburuan dapat melukai begitu dalam. Jika situasi memanas, kita mengucapkan sesuatu yang sebenarnya tidak kita maksudkan, tetapi sekali perkataan itu keluar dari bibir kita, semua sudah terlambat, luka sudah ditoreh, kecuali permintaan maaf juga cepat diujarkan. Kita semua bersalah karena seringkali mengucapkan kata-kata yang pedas dan tidak dipikir sebelumnya, tetapi suatu cara untuk menghindari hal ini terjadi kembali, adalah dengan mempraktekkan kesabaran dan kasih.

Sama seperti bisa ular dapat disemburkan begitu cepat sehingga tidak terlihat oleh mata manusia, kita harus berpikir sebelum mengucapkan sesuatu, daripada berbicara lalu berpikir (dan seringkali menyesal). Untuk melakukan hal tersebut kita butuh kesabaran; suatu kekuatan yang tidak terlihat oleh mata yang membuat kita mampu untuk menunggu tanpa harus merasa marah. Kemudian, kita juga memiliki kesempatan untuk memikirkan cara yang terbaik dan paling bijak, dengan kasih, daripada menggunakan kebencian atau kemarahan. Yang saya maksudkan dengan "cara yang terbaik", tentu saja yang paling bijak juga adalah: cara Tuhan.

Ketika saya berada dalam situasi yang genting dimana ungkapan-ungkapan tajam dapat saja terlontarkan, saya bertanya kepada diri saya sendiri, "Apa yang Yesus akan ucapkan?" Ketidaksempurnaan kita membuat kita jauh dalam dosa, tetapi bukan berati kita tidak bisa mencapai tingkat kedewasaan rohani yang lebih tinggi bahkan dengan memperhatikan kekudusan ucapan kita. Akankah ucapan kita akan terdengar seasam cuka, atau semanis madu?


Reviews:
**** [Mar 04, 2005] by Tryan T.
Apakah perkataan bisa ditarik kembali... [saat orang lain terluka oleh perkataan kita]..? *pastilah tidak bisa, semua orang jatuh dalam dosa.. minta pengampunan pada Tuhan lalu kepada orang yang tersakiti itulah langkah yang ter baik.

Apakah racun ular yang mematikan dapat dikeluar saat tercampur dengan darah kita...? *Tentu kita tidak dapat, tetapi ada dokter dari segala doter yang dapat, Begitu juga kita yang jatuh dalam dosa hanya Yesus yang dapat menolong kita .

Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita.{Amien}

*... apa

Copyright © Heart 'n Souls Indonesia, 2001. All Rights Reserved.