Cerita
· Agama & Rohani (64)
· Cinta (228)
· Humor (19)
· Kasih (61)
· Kristen (330)
· Lain-lain (632)
· Orang Tua (40)
· Peliharaan (2)
· Persahabatan (32)
· Puisi (185)
· Sikap (274)
· Sukses (31)
  Cerita Terbaru
. Kehidupan Yang Berarti
. Seorang Argo Cilik
. Beda Cowok Playboy..
. Cinta Yang Agung
. Golongan Darah
. Inipun Akan Berlalu
. Gabriella Dan Trofi
. Berjalan Dengan Keong
. 90/10
. Memilih
. Kepribadian Fleksibel
. Berpikiran Positif
. Point Of View
. Setiap Orang Ingin.
. Mari Belajar Dari..
. Kepuasan Terbesar..
. Makna Sukses
. Mencapai Potensi..
. Setiap Langkah...
. Jangan Pernah...
. Busuknya Kebencian
. Kelinci Si Penakut
  Pencarian Cerita


Exact Match Search
  About This Site
· Home
· Links
· Kontribusi
· Contact Us
· Copyright Info
· Privacy Statement
  Partners Site
· Afterhours
· Heart 'n Souls
· Palm Gaming World
  Home : Cerita : Sikap
The goal of this site is to touch the heart and restore the soul of those who view this site in your spare time. We hope that this site may comfort the sad, befriend those that are happy, touch the heart and calm the hearts of those that are angry/bitter/upset.

Also to assist in giving wisdom/inspiration to those that work. Enjoy yourself, learn and share wisdom from our collection of inspirational stories, motivational message, inspiring messages, parables, clean jokes, love poems.


Asertif 2
Oleh: Yamin Setiawan

Dari kiriman artikel saya tentang Asertif, ada tanggapan dari salah seorang teman saya, dia bilang: "Yamin ada nggak manusia yang sempurna ??? :P"

Apakah ada yang berpikiran bahwa ada manusia yang sempurna di dunia ini? Atau ada yang merasa dirinya sempurna? ;-D
Perilaku asertif bukan berarti dirinya sempurna, sikap asertif merupakan ungkapan perasaan, pendapat, dan kebutuhan kita secara jujur dan wajar, tidak dibuat-buat.

Perilaku agresif merugikan orang lain.
Perilaku permisif/pasif merugikan diri sendiri.
Perilaku asertif tidak ingin merugikan orang lain maupun diri sendiri.

Pada penelitian di Amerika, dikatakan bahwa perilaku agresif dan permisif/pasif adalah animal behavior sedangkan asertif adalah human behavior. Sorry ini bukan saya yang bilang, karena sayapun termasuk yang dianggap didalam animal behavior ini lho (walaupun saya sedang berusaha berubah, tapi saya akui sangat sulit) :) Tapi kita yang di Indonesia tidak usah terlalu memikirkan ungkapan itu karena kitapun harus menyadari ada pengaruh lintas budaya disini, seperti yang kita ketahui bahwa orang-orang di barat memiliki sifat yang blak-blakan, tidak seperti di negara timur (termasuk Indonesia, terutama di Jawa) yang dimulut jawabnya: nggeh... nggeh... tapi hatinya mrongkol... :-D

Saya coba beri contoh lagi ya: :)
Perut anda keroncongan, anda memutuskan pergi ke rumah makan favorit anda, karena saat itu adalah waktunya makan siang.. rumah makan tersebut ramai sekali, kelihatan sekali pelayannya repot banget melayani pesanan-pesanan para tamunya. Karena menunggu terlalu lama, anda akan melakukan sikap:

  • Berteriak-teriak: Hei pelayan, saya sudah nunggu 10 jam, kamu kira saya ini pengemis ya dibiarkan begini saja (agresif)
  • Menunggu terus dengan sabar (permisif/pasif)
  • Memanggil pelayan: Mas, saya sudah menunggu dari tadi, bisa tolong tuliskan pesanan saya? (asertif)
Setelah beberapa saat menu pesanan anda datang (anggap saja yang permisif/pasif sudah dilayani), anda tadi memesan nasi rawon tapi yang dihidangkan adalah nasi pecel. Lalu sikap anda:
  • Marah-marah: Telinga kamu dimana? kamu kira saya ini kambing ya disuruh makan rumput kayak gini. Saya tidak mau tahu, cepat ganti, awas salah lagi, cepat (agresif)
  • Berpikir: ya nggak apa-apalah, aku khan suka pecel juga, kasihan juga pelayannya kalau majikannya marah kalau tahu dia ceroboh (pasif/permisif)
  • Memanggil pelayan: Mas, tolong coba lihat pesanan saya tadi? Nah, tadi saya pesan nasi rawon, mungkin anda salah meja, bisa tolong ganti nasi pecel ini dengan nasi rawon seperti yang saya pesan? Terima kasih ya. (asertif).
Dari contoh diatas, kita bisa melihat apakah sikap asertif adalah sikap manusia sempurna? Bukan seperti itu khan? Hanya bagaimana kita bersikap agar tidak merugikan orang lain tapi juga tidak membuat kita rugi atau dimanfaatkan oleh orang lain. :)

Baru-baru ini saya mengikuti seminar tentang Intimate Love and Passion yang dibawakan oleh Dra. Lisa Nathalia, MS, Phd. Disitu saya mendapat satu tambahan lagi, yaitu perilaku manipulatif, bu Lisa mengatakan bahwa:

Perilaku Agresif konflik dengan orang lain
Perilaku permisif / pasif konflik dengan diri sendiri
Perilaku asertif tidak konflik dengan diri sendiri maupun orang lain
Perilaku manipulatif konflik dengan diri diri sendiri dan orang lain

Perilaku manipulatif ini menjelek-jelekkan orang lain dibelakangnya, tapi ketika orang yang dibicarakannya / dijelek-jelekkannya muncul didepan pintu, orang-orang yang barusan berbicara dengannya tadi akan terbengong-bengong keheranan ketika dia dengan senyum manis menyambut dan memeluk orang yang dibicarakannya / dijelek-jelekkannya tadi.

Hmm... perilaku yang membingungkan bukan... :)

27 Oktober 2004


Reviews:
Copyright © Heart 'n Souls Indonesia, 2001. All Rights Reserved.