Atribusi
Oleh: Yamin Setiawan
Di mailing list alumni STTS, Philip mengirimkan email tentang lowongan pekerjaan yang dititipkan oleh pimpinannya. Isi email membuat si Yuhdi protes, yang mengganggap lowongan itu SARA, karena yang dicari adalah cewek chinese yang berpenampilan menarik. Jemmy juga protes tentang email Yuhdi yang kasar. Lalu terjadi pertengkaran lewat mailing list tersebut. Apa yang membuat hal itu bisa terjadi?
Atribusi
Atribusi adalah memperkirakan apa yang menyebabkan orang lain itu berperilaku tertentu. Menurut Myers (1996), kecenderungan memberi atribusi disebabkan oleh kecenderungan manusia untuk menjelaskan segala sesuatu, termasuk apa yang ada dibalik perilaku orang lain.
Ada 2 golongan yang menjelaskan suatu perilaku, yaitu berasal dari orang yang bersangkutan (atribusi internal) dan yang berasal dari lingkungan atau luar diri orang yang bersangkutan (atribusi eksternal). Bagaimanapun, pemberian atribusi bisa salah. Kesalahan itu menurut Baron & Byrne (1994) dapat bersumber pada beberapa hal, salah satunya adalah "kesalahan atribusi yang mendasar (fundamental error)", yaitu kecenderungan untuk selalu memberi nilai internal. Mungkin pimpinan Philip punya alasan lain dalam membuat kriteria calon pegawai tetapi mungkin Yuhdi menganggap itu sebagai hal yang SARA (atribut internal).
Stereotip
Stereotip merupakan gambaran atau tanggapan tertentu mengenai sifat-sifat dan watak pribadi orang golongan lain yang bercorak negatif. Misalnya:
- Orang Amerika berkulit putih dibagian selatan mengganggap orang negro itu bodoh, kurang ajar dan tidak bersusila.
- Orang Jawa menganggap orang Madura itu jahat dan kasar
- Dll
Padahal semua itu belum tentu benar.
Mungkin pimpinan Philip mempunyai stereotip jelek terhadap pribumi dan menganggap chinese adalah orang yang jujur dan pintar, sehingga dia mencari seorang accounting (mungkin dibutuhkan kepintaran dan kejujuran yang tinggi) yang chinese.
Dan mungkin juga pimpinan Philip menganggap perlu mencari pegawai yang berpenampilan menarik untuk menghilangkan kejenuhan dan memotivasi untuk kerja lagi, padahal belum tentu cewek berpenampilan menarik akan menambah semangat kerja lho, malah mungkin akan menurunkan kinerja karena selalu menoleh pada si cewek tsb, he.. he.. he.. he...
Tapi jujur aja sih, siapa sih yang tidak ingin bekerja dengan cewek menarik? Kalau anda disuruh memilih 2 orang yang sama-sama mempunyai kinerja yang bagus (anda hanya membutuhkan 1 pegawai tambahan), satunya jelek satunya menarik, mana yang anda pilih?
Agresif, permisif/pasif dan asertif
Pada email yang lalu saya pernah menulis tentang agresif, permisif/pasif dan asertif, jadi saya rasa tidak perlu saya bahas lagi ya... :)
Dari cara Yuhdi mengomentari email lowongan kerja si Philip dan cara Jemmy mengomentari email Yuhdi, diperkirakan mereka adalah tipe yang agresif (agresif bukan tipe yang jelek lho.. bisa dilihat pada tulisan saya yang dulu) sehingga harga diri mereka terluka (harga diri merupakan salah satu dari konsep diri). Sehingga milis kita ini jadi memanas... :)
Hal-hal diatas hanyalah perkiraan secara kasar aja, soalnya faktor-faktor perilaku sangat banyak yang kadang-kadang sulit untuk di prediksi. F. Allport mengatakan bahwa perilaku sosial terjadi pada individu karena berbagai faktor yang majemuk yang secara bersama-sama mempengaruhi individu tersebut, misalnya: naluri, tatanan sosial, pengalaman masa lalu, kelelahan, sikap/ cara berbicara lawan bicara, hubungan dengan lawan bicara, perbedaan lintas budaya, dll.
20 Januari 2005
Reviews: