Arti Cinta...
Oleh: Tidak Diketahui
Kiriman: Vonny Tjoe.
Sumber: semuabisnis.com
Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami
dan saya menyukai perasaan yang hangat yang muncul ketika saya bersender
di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa kenalan dan bercumbu,
sampai sekarang, dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus mengakui,
bahwa saya
mulai merasa lelah dengan semua ini, alasan2 saya mencintainya pada
waktu dulu, telah berubah menjadi sesuatu yang melelahkan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif dan
berperasaan halus, saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak
kecil yang menginginkan permen. Dan suami saya bertolak belakang dari
saya, rasa
sensitifnya kurang, dan ketidakmampuannya untuk menciptakan suasana
yang romantis di dalam pernikahan kami telah mematahkan harapan saya
tentang cinta. Suatu hari, akhirnya saya memutuskan untuk mengatakan
keputusan saya
kepadanya, yaitu saya menginginkan perceraian.
"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, terlalu banyak
alasan yang ada di dunia ini", jawab saya.
Dia terdiam dan termenung sepanjang malam dengan rokok yang tidak
putus-putusnya. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan
tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang saya bisa
harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan
untuk
merubah pikiranmu?"
Seseorang berkata, 'mengubah kepribadian orang lain sangatlah sulit'
dan itu benar, saya pikir, saya mulai kehilangan kepercayaan bahwa saya
bisa mengubah pribadinya. Saya menatap dalam-dalam matanya dan menjawab
dengan pelan, "Saya punya pertanyaan untukmu, jika kamu dapat menemukan
jawabannya
di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya. Seandainya,
katakanlah saya menyukai setangkai bunga yang ada di tebing gunung dan
kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah
kamu akan
melakukannya untuk saya?" Dia berkata, " Saya akan memberikan
jawabannya besok." Hati saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya melihat selembar
kertas dengan coret-2an tangannya di bawah sebuah gelas yang berisi susu
hangat yang bertuliskan : Sayang, "Saya tidak akan mengambil bunga itu
untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya." Kalimat pertama
ini
menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya kembali.
"Kamu hanya bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di
PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan
jari-2 saya supaya saya bisa menolong untuk memperbaiki programnya." "Kamu
selalu lupa
membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan
kaki saya supaya bisa masuk mendobrak rumah, membukakan pintu untukmu."
"Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-2 baru
yang kamu kunjungi, saya harus memberikan mata saya untuk mengarahkanmu."
"Kamu
selalu pegal-2 pada waktu "teman baikmu" datang setiap bulannya, saya harus
memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal." "Kamu senang
diam di dalam rumah, dan saya kuatir kamu akan jadi "aneh". Saya harus
memberikan mulut saya untuk menceritakan lelucon-2 dan cerita-2 untuk
menyembuhkan kebosananmu."
"Kamu selalu menatap komputermu dan itu tidak baik untuk kesehatan
matamu, saya harus menjaga mata saya sehingga ketika nanti kita tua, saya
masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu." "Saya akan
memegang tanganmu, menelusuri pantai, menikmati sinar matahari dan
pasir yang indah, menceritakan warna-2 bunga kepadamu yang bersinar
seperti wajah
cantikmu." Juga sayangku, saya begitu yakin ada banyak orang yang
mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Saya tidak akan mengambil
bunga itu lalu mati."
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi
kabur dan saya membaca kembali. "Dan sekarang sayangku kamu telah selesai
membaca
jawaban saya, jika kamu puas dengan semua jawaban ini, tolong bukakan pintu
rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana dengan susu segar dan
roti kesukaanmu?" Saya segera membuka pintu dan melihat wajahnya yang
penasaran
sambil tangannya memegang susu dan roti. Oh, saya percaya, tidak ada
orang yang pernah mencintai saya seperti yang dia lakukan dan mengetahui
saya harus melupakan "bunga" itu sendiri.
Itulah hidup, atau boleh dikatakan, cinta, ketika seseorang dikelilingi
dengan cinta, kemudian perasaan itu mulai berangsur-angsur hilang dan
ketika kita mengabaikan cinta sejati yang berada diantara kedamaian dan
kesepian. Cinta menunjukkan berbagai macam bentuknya, bahkan dalam
bentuk yang sangat kecil dan dangkal, atau bahkan tidak punya bentuk, bisa
juga dalam bentuk yang tidak ingin kita ketahui. Bunga, saat-saat yang
romantis
hanyalah bentuk awal dari hubungan. Diatas semua ini, pilar cinta
sejati berdiri dan itulah kehidupan kita.
Reviews:
***** [Mar 03, 2008] by nyZ_ (-o') v
Wouwwww.....It'z a WonDerfuLL Story......!!!!
***** [Feb 26, 2008] by Lisa
So sweet....
***** [Oct 04, 2007] by Mesthie
Crt yg keren bgt...ga jauh beda sm story aq,pcr aq jg orng yg paling ga bs
mengekspresikan cintanya..sampai sekarang masih tanda tanya bsr apakah dy
CINTA dan SAYANG aq apa gak?????
***** [Aug 16, 2007] by Icha
So sweet......
Dalam banget siy....
Aku jadi ingat sm seseorang yg aku cintai,,
skrang aku tw apa arti cinta sejati....
But... lebih dalam mana,,
Cinta atw kah sayang???
***** [Jul 08, 2007] by Dream
Inilah yg harus dipertahankan
***** [May 19, 2007] by Melz
Terharu... jd ingat my honey yg baik..
***** [Apr 27, 2007] by Iber
Cerita ini buat gue lebih mengerti arti cinta sesungguhnya. Cinta bukan
nafsu tapi sebuah perjuangan dan kesetiaan untuk orang yg kita cintai dan
mencintai kita. Excellent story.
***** [Mar 08, 2007] by Utha
kereeeeeeeeen bgt ceritanya....
n sekarang aku baru tau apa yg harus kita lakukan dalam menyempurnakan arti
cinta sejati.
jangan mencari cinta sejati yg sempurna, melainkan bagaimana cara cinta
sejati itu yg tidak sempurna menjadi cinta sejati yg sempurna dimata kita
dan diri orang yg kita cintai
***** [Sep 05, 2006] by Mi_mil
Bagus banget.....
Kadang kita gak bisa melihat hal yang ringan itu apa yang sudah diperbuat
seseorang untuk membuktikan cintanya pada kita.kita hanya bisa menilai
untuk membuktikan cintanya dia harus rela mengorbankan jiwanya untuk kita.
***** [Agt 27, 2006] by Mitha
So SweeT...
Cinta sejati memang berada di dekat kita.Kadang kita gak menyadarinya
bahkan melupakannya.Barulah kita tersadar karena kita melukai hatinya.Cinta
sejati adalah cinta yg abadi.Walau kita melukainya,hatinya hanya untuk kita
seorang.
***** [Agt 06, 2006] by Kadena
Dalem banget ~_~
***** [Jun 22, 2006] by Rara
kerennn...
***** [Jun 20, 2006] by Dee Dee
Bagus banggetttttt,aku jadi tahu sekarang apa arti cinta sejati itu