Berbahagialah dengan Apa Yang Kau Miliki
Oleh: Melanie Schurr
Kiriman: {-Bassisette-}
"Jangan mengingini isteri sesamamu, dan jangan menghasratkan rumahnya, atau
ladangnya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya,
atau keledainya, aua apapun yang dipunyai sesamamu." Ulangan 5:21
Seperti yang dijelaskan oleh ayat di atas, kita harus merasa puas dengan
apa yang telah kita miliki dan tidak boleh mengingini milik sesama kita
yang tidak kita punyai. Mengapa?
Tentu saja Allah menginginkan kita mencapai tingkat kehidupan yang lebih
tinggi dan memaksimalkan kehidupan kita sepenuhnya, tapi apa yang kita rasa
terbaik bagi kita bukanlah yang terpenting bagi Allah. Contohnya, kita
tentu mencintai pasangan kita, tapi tetap kita membandingkan dia dengan
orang lain / tetangga yang lebih menarik, atau seorang wanita cantik di
supermarket atau supermodel gagah di sampul depan majalah olahraga. "Jika
istri saya dapat menurunkan 15 kg lagi, hubungan kami akan lebih harmonis."
Anda mungkin berkata seperti ini. Atau, mungkin Anda berpikir "Hmmm...
betapa lebih berbahagiannya saya jika saya memiliki uang lebih banyak."
Atau dalam suatu percakapan, keluar celetukan, "Oh!! Saya akan berikan
segala sesuatunya untuk dapat mencoba mengendarai mobil sport itu!"
Sekali lagi pertanyaan yang harus dijawab adalah, mengapa beberapa orang,
daripada menghitung berkat yang telah mereka miliki memilih untuk
memfokuskan perhatian mereka pada hal-hal yang mereka tidak miliki, atau
hal-hal yang lebih besar dan lebih baik.
Tentu saja Anda boleh menginginkan hal-hal yang terbaik dalam kehidupan
Anda, tetapi janganlah kita lupakan bahwa apa yang Allah anggap penting dan
baik tidak selalu hal-hal yang selama ini kita prioritaskan. Emas, intan,
mantel bulu, mobil mewah, rumah besar, pasangan dengan tubuh gagah seperti
dewa Adonis atau lekukan indah seperti dewi Venus, tidak ada kaitannya
dengan hubungan istimewa yang kita miliki bersama Allah. Tentu saja Allah
menginginkan kita untuk hidup sehat dan makmur, tapi menyirami dan
memperkaya kehidupan rohani kita bersama Tuhanlah yang terpenting di mataNya.
Hari ini, maukah Anda mengesampingkan hal-hal material dan sempit itu, dan
meminta kepada Tuhan untuk memberikan kerinduan yang lebih mendalam untuk
bersekutu denganNya, menyirami dan menyehatkan kehidupan rohani Anda?
Terjemahan Bebas: Azallea Lesmana (Untuk kalangan sendiri)
Reviews:
***** [Sep 13, 2007] by D3d3n
Itu bagus, tapi saya banyak belajar bahwa itu tidak boleh menghalangi kita
untuk berusaha dan bekerja dengan giat dan rajin, menurut saya semua harus
seimbang melihat kebawah utk tdk sombong, melihat keatas utk tdk lekas
berpuas diri, krn zona aman dan nyaman adalah rambu2 bahaya utk pertumbuhan
kita.
Dan saya melihat banyak orang yg menggunakan alasan2 ini utk tdk mau
berusaha 'yg penting beriman' katanya, akhirnya? menyusahkan orang
lain...!! (sorry tp ini kenyataan)...
Kekayaan bukan kejahatan, tapi MENCINTAI KEKAYAAN adl sesuatu yg berbeda ,
itu yang tidak boleh, tapi KEMALASAN itu kekejian...
Memang prioritas utama kita adalah Bapa, tapi jgn jadikan kebencian akan
hal material alasan utk tdk berusaha mencapainya, karena sebenarnya Bapa
ingin anak-anakNya hidup dalam kelimpahan di bumi, just my 2 cent, sorry
kalau ada kata2 yg tdk berkenan, GBU