Bersama Dengan Allah
Oleh: Ron Hutchcraft
Kiriman: Lesmana, Azallea
Yoh 8:38
Kadang-kadang, saya dan Karen memperoleh kesempatan untuk memutuskan apa
yang akan kami lakukan di petang hari. Kami jarang sekali dapat melakukan
hal ini karena kesibukan pelayanan kami, yang berhubungan dengan kebutuhan
banyak orang. Tetapi malam itu merupakan salah satu malam dimana kami dapat
memilih - kami dapat bertemu dengan kawan-kawan dan salah seorang dari
mereka menyarankan agar kami pergi menonton bioskop. Kami memutuskan untuk
tinggal di rumah dan berbincang-bincang. Ada 3 masalah serius dengan
bioskop: sampah-sampah di lantai, 'sampah-sampah' di layar lebar, dan bahwa
kami tidak dapat berbicara satu dengan lainnya. Banyak pasangan yang
menghabiskan waktu bersama-sama daripada kami - menonton TV, pergi ke
acara-acara sosial, mengikuti jadwal anak-anak mereka. Dan hal-hal itu
baik, namun jika hanya waktu-waktu yang seperti itu yang dimiliki oleh
setiap pasangan bersama-sama, mereka kehilangan sesuatu yang menjaga suatu
hubungan untuk tetap hidup.
Ada sesuatu hal yang saya pelajari selama bertahun-tahun dalam hubungan
saya dengan Karen. Sangatlah mudah untuk berada di sekitar pasangan Anda -
seperti menonton TV atau bioskop bersama-sama. Ketika Anda hanya berada di
sekitar seseorang, tidak ada percakapan, interaksi, transaksi, dan
perbedaan yang serius. Saya pernah melakukan hal tersebut dengan Tuhan saya
berkali-kali. Dan mungkin Anda juga.
Dalam Yoh 8:38, Yesus berbicara tentang sumber kekuatan yang berasal dari
Allah. Ketika Anda membaca Injil, Anda dapat merasakan otoritas yang
dashyat dalam kepribadian Yesus. DIA memberitahukan kita darimana otoritas
seperti itu berasal. "Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan,
dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."
Dalam hal ini, Allah sedang merujuk tentang keberadaanNya sebelum
kelahiranNya di Betlehem sebagai Anak Allah. Namun setelah itu, kita juga
tahu bagaimana Yesus memulai setiap harinya di dunia. Murid-muridNya
terbangun dari tidur mereka, menggosok-gosok mata dan mencari-cari pemimpin
mereka. Awalnya, mereka bertanya, "Hey, kemana Yesus pergi?" Beberapa saat
kemudian, mereka tahu. Ia menyingkir sejenak untuk memulai hariNya bersama
dengan Bapa. Seperti itulah kita harus memulai hari-hari kita. Disanalah
mereka memulai hari mereka, seperti Adam yang berjalan-jalan bersama dengan
Allah.
Tetapi sangatlah mudah untuk menggantikan kebersamaan kita dengan Allah
dengan hanya berada di sekitar Allah. Anda bisa berada di sekitar Allah
dengan berada di sekitar gedungNya, bukuNya, pekerjaanNya, pertemuanNya,
orang-orangNya. Tetapi benar-benar 'bersama dengan Bapa", seperti kata
Yesus, berarti adanya suatu hubungan secara terus-menerus. Anda membuka
hati Anda dengan segala pergumulan Anda, kepedihan Anda, harapan,
kekuatiran dan sukacita Anda dari lubuk yang terdalam. Lalu Anda
mendengarkan respons Bapa melalui bisikan Roh Kudus.
Lalu, akan ada transaksi dengan Allah ketika Anda menghabiskan waktu
bersama denganNya. Suatu transaksi dimana Anda secara sadar, dan spesifik,
bahkan dengan kepedihan, menyerahkan sesuatu atau seseorang kepadaNya. Anda
memusatkan perhatian Anda kepada Tuhan semata dan membiarkan kuasa
kemuliaanNya bekerja pada Anda.
Hasilnya? Ya, Anda akan meninggalkan ruangan dengan suatu pandangan yang
benar-benar baru terhadap orang-orang, segala situasi dan keputusan yang
Anda sedang pergumulkan - suatu pandangan yang merupakan pandangan Allah.
Seperti Yesus, Anda akan memberitahukan apa yang telah Anda lihat pada
Allah. Tidak akan ada prioritas yang lebih tinggi dalam jadwal Anda selain
memulai awal hari Anda bersama-sama dengan Bapa. Berada di sekitar Allah
bukan menghabiskan waktu bersama dengan Allah - dan sesungguhnya sangat
menyenangkan untuk bersama-sama dengan Allah! Tidakkah Anda merindukan Dia?
Anda tahu, Dia sungguh merindukan Anda.
Terj. bebas: Lea Lesmana
Reviews: