Cinta Seorang Ibu
Oleh: Tidak Diketahui
Kiriman: Katharina Sulamit
Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan
anak satu-satunya.Suaminya sudah lama
meninggal karena sakit.
Sang Ibu sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya . Adapun
anaknya mempunyai tabiat yang sangat
buruk, yaitu suka mencuri,berjudi,mengadu ayam, dan banyak lagi yang
,membuat si ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun
begitupun ibu tua itu selalu berdoa kepada Tuhan, "Tuhan tolong Kau
sadarkan anakku yang kusayangi, supaya ia tidak berbuat dosa lebih banyak
lagi. Aku sudah
tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat,sebelum Aku mati".
Namun semakin lama si Anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya. Sudah
sangat sering ia keluar masuk bui karena
kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di sebuah rumah
penduduk desa. Namun malang nasibnya akhirnya ia tertangkap oleh penduduk
yang kebetulan lewat. Kemudian dia dibawa ke hadapan Raja untuk diadili
sesuai dengan kebiasaan di Kerajaan tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan
sudah seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi si Anak tersebut dijatuhi
hukuman Pancung. Pengumuman hukuman itu disebarkan ke seluruh desa.
Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya didepan rakyat desa dan
kerajaan tepat pada saat lonceng Gereja
berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman itu sampai juga ke
telinga si Ibu. Dia menangis, meratapi Anak yang sangat dikasihinya.
Sembari berlutut dia berdoa kepada Tuhan. "Tuhan, Ampunilah Anak
Hamba.Biarlah HambaMu yang sudah tua renta ini yang menanggung dosa dan
kesalahannya. Dengan tertatih-tatih dia mendatangi Raja dan memohon
supaya anaknya dibebaskan, tapi keputusan sudah bulat, si Anak tetap harus
menjalani hukuman. Dengan hati hancur si Ibu kembali ke rumah . Tidak
berhenti dia berdoa supaya anaknya diampuni.Karena kelelahan dia tertidur
dan
bermimpi bertemu dengan Tuhan.
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan ,rakyat berbondong-bondong
untuk menyaksikan hukuman
pancung tersebut. Sang Algojo sudah siap dengan Pancungnya, dan si Anak
tadi sudah pasrah
menantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang
sudah tua, tanpa terasa dia menangis
menyesali perbuatannya. Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai
waktu yang ditentukan, lonceng Gereja belum juga berdentang. Suasana mulai
berisik. Sudah lima menit lewat dari waktunya. Akhirnya
didatangi petugas yang membunyikan lonceng di Gereja. Dia Juga mengaku
heran, karena sudah
sedari tadi dia menarik lonceng tapi, suara dentangnya tidak ada.
Ketika mereka sedang terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang di pegangnya
mengalir darah. , darah tersebut datangnya dari atas,berasal dari tempat di
mana Lonceng diikat. Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat
menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah itu.
Tahukah Anda apa yang terjadi? Ternyata di
dalam lonceng besar itu ditemui tubuh si Ibu tua dengan kepala hancur
berlumuran darah. Dia memeluk Bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan
lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang terbentur ke
dinding lonceng
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air
mata . Sementara si Anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah
diturunkan.Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya.
Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke Atas dan
mengikat dirinya di lonceng tersebut serta
memeluk besi di dalam lonceng,untuk menghindari hukuman pancung anaknya.
Demikianlah, sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya, betapapun
jahatnya si Anak. Marilah kita mengasihi orang
tua kita masing-masing , selagi kita masih mampu karena mereka adalah
sumber kasih Tuhan bagi kita di Dunia ini. Amin.
Reviews:
***** [Nov 14, 2006] by Gaby
What a very touching story..
Pengorbanan sang ibu buat anaknya. rela mati dan menderita supaya anaknya
bebas dari hukuman. Ibu ini bahkan ga pernah mengingat2 kalo anaknya sudah
sering menyakiti hatinya. Kisah ini benar2 persis dengan pengorbanan Tuhan
Yesus yang disalibkan demi menebus dosa kita, menyelamatkan kita dari
kebinasaan. Walaupun kita seringkali menyakiti hatinya, kasihNya tetep
tulus dan abadi untuk kita..