Ikan Sapu-Sapu
Oleh: Tidak Diketahui
Kiriman: Lea Lesmana
Sudah satu minggu ini ikan sapu-sapu ku meninggal
dunia. Sejak saat dia meninggalkan akuariumku, baru
tiga hari saja tidak dibersihkan, lumut pasti akan
bermunuculan di akuarium kesayanganku.
Aku tidak ada waktu untuk membersihkan lumut-lumut itu
dan juga tidak ada waktu untuk membeli ikan sapu-sapu
yang baru. Suatu hari kudapati lumut sudah memenuhi
kaca bagian dalam akuariumku. Aku berpikir, ini tidak
bisa dibiarkan. Keindahan ikan-ikan koki ku akan
tersembunyi jika lumut-lumut itu kurelakan tumbuh
dengan sehatnya menemani mereka. Ikan-ikan sapu-sapu,
bisa menjadi solusi untuk membantuku membersihkan
lumut-lumut itu. Sapu-sapu adalah ikan yang makanan
utamanya adalah lumut dalam akuarium atau kolam ikan.
Di sela-sela sempitnya waktuku, sepulang kerja
kuluangkan waktu untuk mampir ke toko ikan dekat
apartemenku. Aku berkeliling mencari ikan hitam yang
tidak menarik dan berkulit kasar itu. Akhirnya
kutemukan satu ikan sapu-sapu yang tidak begitu suram
kulitnya, walaupun tetap tidak indah dipandang mata
dan tetap saja kulitnya akan kasar.
"Berapa Pak, harganya?" tanyaku pada si penjual ikan
itu.
"Tujuh ratus lima puluh rupiah, 'Ko" jawab si penjual
itu.
Segera kusodorkan uang dan setelah itu langsung ku
tapakkan kakiku menuju apartemen.
Ikan sapu-sapu itu lalu aku cemplungkan ke dalam
akuarium. Dengan sigap dan bagai habis lepas dari
kurungan ikan itu langsung meliuk-liuk. Dan ... betapa
senangnya dia menemukan sebuah sisi kaca yang penuh
dengan lumut. Ikan itu langsung menempel di kaca penuh
lumut tersebut. Tidak peduli dengan ikan-ikan kokiku
yang seakan sedang mengerumuni ikan sapu-sapu itu
untuk berkenalan.
Lagi-lagi karena tidak ada waktu, ikan itu memang
hanya kucemplungkan dulu tanpa kubersihkan
akuariumnya. Pikirku weekend nanti pasti aku ada
waktu.
Keesokan harinya, saat akan berangkat ke kantor,
kusempatkan menyapa ikan-ikan kokiku. Wow, pagi ini
mereka tampak begitu indah .... Tapi bukankah memang
ikan kokiku itu warnanya indah. Ehhh ... tapi kok lain
ya? Warnanya bukan saja indah, tapi begitu bersinar.
Terus kuamati ikan-ikan kokiku dengan sirip mereka
yang panjang bagaikan kain sutera yang berkibar-kibar
seolah ditiup angin. Terus kuperhatikan mereka karena
terlalu indah bagiku untuk kutinggalkan.
Saat pandanganku tertuju di pojok akuariumku, ada
seekor ikan hitam yang tidak bersinar sama sekali. Dia
seolah sedang menepi dalam dunianya sendiri dan takut
untuk bergabung dengan koki-koki indah itu. Aku
tersadar .... Ya, ikan-ikan kokiku terlihat begitu
indah dan bersinar bukan karena ikan-ikan itu yang
berubah, tetapi keadaan di sekitar merekalah yang
berubah. Lumut-lumut yang membuat kaca akuariumku
buram sudah lenyap! Ya, lenyap! Kaca akuariumku
kembali bening sehingga ikan-ikan indahku terlihat
semakin indah. Ikan yang tidak menarik yang kubeli
kemarin dengan harga murah itu telah melahap habis
lumur-lumut itu. Memang untuk itulah ikan itu kubeli,
tetapi aku tidak tahu akan mendapat ketakjuban yang
luar biasa seperti ini.
Kupandangi kembali ikan hitam yang sedang menyendiri
itu. Dia yang tidak menarik itu telah membuat sesuatu
yang indah untukku pagi ini. Ikan sapu-sapu sangatlah
tidak menarik. Dia tidak punya kelebihan fisik yang
dapat dibanggakan. Harganya pun sangat murah. Tetapi,
Tuhan memberikan kelebihan luar biasa pada dia. Dia
dapat membersihkan permukaan kaca yang begitu kotor
menjadi bening kembali. Itulah yang membuat ikan
sapu-sapu begitu dicari-cari oleh siapa saja yang
ingin akuarium atau kolam ikannya terbebas dari lumut.
Aku ingat diriku. Begitu banyak protesku pada Tuhan
karena merasa aku tidak memiliki kelebihan dari segala
sisi. Tuhan memakai ikan kecil itu untuk menyadarkan
aku, "Kuciptakan dirimu bukan untuk hal yang tidak
berguna. Kau ada di dunia ini karena kau berarti
bagi-Ku, untuk melakukan hal-hal besar bagi-Ku!"
Aku masih terpaku di depan akuariumku. Aku masih
menatap ikan kecil yang tidak menarik itu. Aku seperti
menatap diriku. Hari ini Tuhan memberikan aku
pelajaran indah dari seekor ikan. Hari ini, Tuhan
tidak ingin aku semakin tenggelam dalam pencarian arti
hidupku di dunia ini.
Aku berarti bagi-Nya, aku berharga bagi-Nya. Dalam
pandangan mata aku memang tidak semenarik mereka yang
ada di sekelilingku, tetapi ada hal istimewa yang
Tuhan berikan padaku, dan aku yakin itu akan jadi
berkat bagi banyak orang, karena Tuhan yang
menganugerahkannya.
Aku beranjak dari depan akuariumku. Jam di tanganku
sudah menunjukkan waktu untuk segera berangkat ke
kantor. Semangatku menapaki hari-hari ke depan kembali
menyala. Kuucapkan syukur untuk semua pelajaran indah
ini.
Terima kasih Tuhan! Terima kasih ikan sapu-sapu ku!
Reviews: