Anak Kecil dan Piano
Oleh: Tidak Diketahui
Kiriman: Herlina Indrawati
Kisah ini terjadi di Rusia
Seorang ayah,yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun,
memasukan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia
rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.
Selang beberapa waktu kemudian,di kota tersebut datang seorang pianis
yang sangat terkenal.
Karena ketenarannya,dalam waktu yang sangat singkat tiket konser telah
terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya
dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser mulai, kursi
telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada
disampingnya.
Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak bisa betah duduk
diam terlalu lama, tanpa pengetahuan ayahnya, ia menyelinap
pergi.
Ketika lampu gedung mulai di redupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa
putranya tidak ada disampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya
berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang
akan dimainkan pianis tersebut.
Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa rasa takut anak tersebut duduk
di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu
yang sederhana, Twinkle2 Little Star. Operator lampu sorot, yang
terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa
aba2 lebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke arah
panggung.
Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan seorang
pianis,
tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis juga terkejut, bergegas
naik keatas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah,
ia tersenyum dan berkata " Teruslah bermain", dan sang anak yang mendapat
ijin, meneruskan permainannya.
Sang pianis lalu duduk, disamping anak itu, dan
mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan
permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang
sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano
tersebut.
Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah,
karangan bunga dilemparkan ketengah panggung.
Sang anak jadi GR, pikirnya,
"Gila, baru belajar sebulan saja sudah hebat!".
Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di
sebelahnya,
yang telah mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.
Teman2, apa implikasinya dalam hidup kita???
Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat,
prestasi-2 besar yang telah kita capai.......
Kadang kita terlena oleh prestasi besar tersebut,
membuat kita menjadi cepat berpuas diri, dan
menganggap diri kita hebat.....
Dan terutama kita sering lupa... bahwa semua itu terjadi karena TUHAN ada
disamping kita
Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada TUHAN disamping kita, KITA ADALAH
SIA-SIA.
Tapi apabila TUHAN ada disamping kita....sesederhana apapun yang kita
lakukan hal itu akan
menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik
bagi orang di sekitar kita.
Semoga saja kita tidak pernah lupa bahwa ada TUHAN disamping kita..........
Smoga kita juga tidak lupa juga untuk melangkah lebih dan lebih lagi
dan tidak cepat berpuas diri oleh prestasi besar yang telah kita
capai...........
Dan marilah kita bahu membahu satu sama lain untuk menjadikan
segala sesuatunya lebih sempurna.....
......Selamat bekerja........
Reviews:
***** [Apr 27, 2007] by Ariss
"Karena yang penting adalah bukan bagaimana cara kita melangkah, tapi
dengan siapa kita melangkah.."