Cerita
· Agama & Rohani (64)
· Cinta (228)
· Humor (19)
· Kasih (61)
· Kristen (330)
· Lain-lain (632)
· Orang Tua (40)
· Peliharaan (2)
· Persahabatan (32)
· Puisi (185)
· Sikap (274)
· Sukses (31)
  Cerita Terbaru
. Kehidupan Yang Berarti
. Seorang Argo Cilik
. Beda Cowok Playboy..
. Cinta Yang Agung
. Golongan Darah
. Inipun Akan Berlalu
. Gabriella Dan Trofi
. Berjalan Dengan Keong
. 90/10
. Memilih
. Kepribadian Fleksibel
. Berpikiran Positif
. Point Of View
. Setiap Orang Ingin.
. Mari Belajar Dari..
. Kepuasan Terbesar..
. Makna Sukses
. Mencapai Potensi..
. Setiap Langkah...
. Jangan Pernah...
. Busuknya Kebencian
. Kelinci Si Penakut
  Pencarian Cerita


Exact Match Search
  About This Site
· Home
· Links
· Kontribusi
· Contact Us
· Copyright Info
· Privacy Statement
  Partners Site
· Afterhours
· Heart 'n Souls
· Palm Gaming World
  Home : Cerita : Lain-Lain
The goal of this site is to touch the heart and restore the soul of those who view this site in your spare time. We hope that this site may comfort the sad, befriend those that are happy, touch the heart and calm the hearts of those that are angry/bitter/upset.

Also to assist in giving wisdom/inspiration to those that work. Enjoy yourself, learn and share wisdom from our collection of inspirational stories, motivational message, inspiring messages, parables, clean jokes, love poems.


Jangan Sesali Masa Lalu
Oleh: Tidak Diketahui
Pengirim: Tidak Diketahui

Alkisah, seorang kakek di Baghdad pergi ke berbagai negeri mencari kebahagiaan tadi. Di sebuah oase, dia melihat seekor burung pipit yang sangat indah. Dia berhasil menangkapnya. Burung ini ternyata bisa bicara.

“Kakek, tolong lepaskan saya, nanti permintaan kakek akan saya penuhi,” kata si burung.

“Baik, kalau dapat menjawab pertanyaan saya, kamu saya lepaskan,” kata si kakek.

“Di mana, kapan, dan bagaimana memperoleh kebahagian?”Tanya Si Kakek.

"Pertama, jangan percaya siapa pun kecuali Tuhan. Kedua, jangan berharap sesuatu yang kamu tak akan sanggup mendapatkannya. Ketiga, jangan sesali masa lalumu."Jawab Burung itu kepada kakek.

Merasa puas, si kakek melepaskan burung itu. Tapi, begitu dilepas, si burung meledek manusia tua itu.

“Dasar kakek bodoh,” kata hewan itu.

“Sebetulnya, kalau kakek tidak melepaskan saya, saya akan memberikan telur emas.”

Si kakek sangat menyesal dan mengejar burung itu. Hewan ini lalu hinggap di ranting pohon cemara. Kakek yang penasaran ini lantas berusaha meraihnya dan … dia terjatuh lalu pingsan.

Ketika kakek ini siuman, burung tersebut mendekatinya.

“Dasar manusia, baru beberapa menit saya beri petunjuk meraih kebahagiaan, kamu sudah lupa lagi. Ingat Kek, apa yang saya katakan tadi. Kakek jangan percaya pada siapa pun kecuali Tuhan! Saya ini burung, mengapa Kakek percaya saya?”

"Kedua, tadi saya katakan jangan berharap pada sesuatu yang kamu tidak dapat meraihnya. Karena Kakek melanggar, akhirnya Kakek jatuh dan pingsan.”

“Ketiga,” lanjut si burung,

“Jangan sesali masa lalu. Mengapa Kakek menyesal? Bukankah apa yang kakek kerjakan, yakni melepaskan saya, sudah terjadi?” Sambil terbang mengangkasa, burung ini mengaku malaikat utusan Tuhan untuk memberikan pelajaran kepada umat manusia.


Reviews:
Copyright © Heart 'n Souls Indonesia, 2001. All Rights Reserved.