Cerita
· Agama & Rohani (64)
· Cinta (228)
· Humor (19)
· Kasih (61)
· Kristen (330)
· Lain-lain (632)
· Orang Tua (40)
· Peliharaan (2)
· Persahabatan (32)
· Puisi (185)
· Sikap (274)
· Sukses (31)
  Cerita Terbaru
. Kehidupan Yang Berarti
. Seorang Argo Cilik
. Beda Cowok Playboy..
. Cinta Yang Agung
. Golongan Darah
. Inipun Akan Berlalu
. Gabriella Dan Trofi
. Berjalan Dengan Keong
. 90/10
. Memilih
. Kepribadian Fleksibel
. Berpikiran Positif
. Point Of View
. Setiap Orang Ingin.
. Mari Belajar Dari..
. Kepuasan Terbesar..
. Makna Sukses
. Mencapai Potensi..
. Setiap Langkah...
. Jangan Pernah...
. Busuknya Kebencian
. Kelinci Si Penakut
  Pencarian Cerita


Exact Match Search
  About This Site
· Home
· Links
· Kontribusi
· Contact Us
· Copyright Info
· Privacy Statement
  Partners Site
· Afterhours
· Heart 'n Souls
· Palm Gaming World
  Home : Cerita : Agama & Rohani
The goal of this site is to touch the heart and restore the soul of those who view this site in your spare time. We hope that this site may comfort the sad, befriend those that are happy, touch the heart and calm the hearts of those that are angry/bitter/upset.

Also to assist in giving wisdom/inspiration to those that work. Enjoy yourself, learn and share wisdom from our collection of inspirational stories, motivational message, inspiring messages, parables, clean jokes, love poems.


Tangan Hampa
Oleh: Manati I Zega

Seseorang dinyatakan oleh dokter ahli bahwa usianya tidak akan lama lagi. Penyakit yang dideritanya telah menggerogoti hidupnya. Mendengar vonis yang menyedihkan itu, dia meminta Pendeta untuk datang dan mendoakannya. Ketika Pendeta mengetahui kondisinya yang demikian parah dia pun berkeinginan untuk menanyakan sesuatu kepadanya. "Jika Tuhan menghendaki engkau menghadap kepada-Nya, apakah engkau rela dalam menghadapi kenyataan ini? Apakah engkau meyakini kepastian keselamatan berada dipihakmu?"

"Ya, saya meyakini semuanya itu."

Ketika mengucapkan kalimat yang terakhir ini, dia langsung menangis. Pendeta yang ada di tempat itupun menjadi bingung. Sebab sebelumnya dia meyakini kepastian keselamatan menjadi miliknya, tetapi mengapa tiba-tiba menangis. Tanda tanya besarpun memenuhi hati Pendeta ini. Oleh sebab itu, dia memberanikan diri dan menanyakan sesuatu kepadanya.

"Tadi engkau berkata bahwa, keselamatan telah menjadi milikmu. Surga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupanmu, sekarang mengapa harus menangis?"

Akhirnya dia menjelaskan penyebab utama mengapa dia menangis. Dengan tersedu-sedu dia mengaku bahwa waktunya telah habis, telah banyak anugerah Tuhan yang diterimanya. Namun, tidak ada sesuatupun yang dipersembahkannya kepada Tuhan - ketika menghadap Tuhan.

Terlarut dalam kesedihan itu, akhirnya Pendeta pun memintanya untuk menuangkan dalam tulisan, perasaan yang dialaminya saat itu. Dengan linangan air mata, dia menuliskan kalimat-kalimat berikut ini :

Dapatkah aku menghadap Tuhan dengan tangan hampa? Jiwaku sudah diselamatkan, tetapi aku belum mengerjakan apa-apa bagi Tuhan Bagaimana aku berjumpa dengan dia?

Selesai menuliskan kalimat-kalimat di atas, akhirnya orang ini meninggal. Kemudian Pendeta tersebut mencarikan komponis Kristen yang mencintai Tuhan. Pendeta tersebut meminta kepadanya agar kalimat di atas dijadikan lagu. Lalu, di tangan komponis ini kalimat lagu tersebut digubah dan akhirnya menjadi lagu abadi yang dinyanyikan oleh gereja Tuhan hingga sekarang ini.

Waktu yang kita miliki sangat singkat. Setiap detik yang kita lewati tidak akan terulang lagi. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Mungkin besok atau hari ini engkau dipanggil kepangkuan-Nya. Apakah engkau sudah siap ketika menghadap Tuhan dengan hidup yang berbuah bagi Injil-Nya? Ataukah sebaliknya engkau menghadap Tuhan dengan tangan hampa. Tidak ada yang engkau kerjakan bagi-Nya?

Jawablah dengan jujur. Kalau belum, mulailah pikirkan dan kerjakan sekarang juga. Begitu banyak anugerah Allah yang engkau nikmati. Tidakkah engkau rindu anugerah yang sama dinikmati juga oleh orang lain?

Te Deum laudamus, te Dominum confitemur
Kami memujiMu Allah, kami memuliakanMu Tuhan


Reviews:
Copyright © Heart 'n Souls Indonesia, 2001. All Rights Reserved.