Cerita
· Agama & Rohani (64)
· Cinta (228)
· Humor (19)
· Kasih (61)
· Kristen (330)
· Lain-lain (632)
· Orang Tua (40)
· Peliharaan (2)
· Persahabatan (32)
· Puisi (185)
· Sikap (274)
· Sukses (31)
  Cerita Terbaru
. Kehidupan Yang Berarti
. Seorang Argo Cilik
. Beda Cowok Playboy..
. Cinta Yang Agung
. Golongan Darah
. Inipun Akan Berlalu
. Gabriella Dan Trofi
. Berjalan Dengan Keong
. 90/10
. Memilih
. Kepribadian Fleksibel
. Berpikiran Positif
. Point Of View
. Setiap Orang Ingin.
. Mari Belajar Dari..
. Kepuasan Terbesar..
. Makna Sukses
. Mencapai Potensi..
. Setiap Langkah...
. Jangan Pernah...
. Busuknya Kebencian
. Kelinci Si Penakut
  Pencarian Cerita


Exact Match Search
  About This Site
· Home
· Links
· Kontribusi
· Contact Us
· Copyright Info
· Privacy Statement
  Partners Site
· Afterhours
· Heart 'n Souls
· Palm Gaming World
  Home : Cerita : Lain-Lain
The goal of this site is to touch the heart and restore the soul of those who view this site in your spare time. We hope that this site may comfort the sad, befriend those that are happy, touch the heart and calm the hearts of those that are angry/bitter/upset.

Also to assist in giving wisdom/inspiration to those that work. Enjoy yourself, learn and share wisdom from our collection of inspirational stories, motivational message, inspiring messages, parables, clean jokes, love poems.


A Taste Of Cherry
Oleh: Tidak Diketahui

Abbas Khiarostami pernah bikin heboh pemerintah Iran karena membuat film A Taste of Cherry.

Kisahnya tentang seorang Iran paruh baya yang berkeliling mencari orang yang bisa membantunya untuk bunuh diri. Yang ia minta sederhana saja. Ia akan menggali tanah kubur di tempat yang telah ia pilih, lalu malam hari ia akan berbaring di dalam kubur itu, setelah ia minum obat tidur dalam dosis mematikan. Ia hanya minta orang yang membantunya untuk datang di pagi hari dan menutup kuburan itu kalau ia memang telah mati.

Nyaris semua orang menolak. Ada satu guru agama dari Afganistan yang ia mintai bantuan malah memberinya ceramah tentang betapa bunuh diri adalah dosa tak terampunikan dalam Islam.

Sang tokoh bilang, saya tak butuh ceramah, saya butuh bantuan. Sang tokoh merasa bahwa ia tak menemukan makna hidup, bahwa hidup ini sia-sia belaka. Betapa hidupnya sunyi, tak ada lagi yang memberinya alasan untuk tetap hidup. Tak ada agama atau omongan orang yang bisa memuaskannya. Bukankah adalah haknya sepenuhnya untuk memilih berhenti hidup?

Akhirnya ada seorang tua yang bersedia menolong sang tokoh bunuh diri. Orang tua itu sama sekali tak keberatan dengan pilihan sang tokoh. Tapi orang tua itu bercerita tentang pengalaman hidupnya, suatu ketika, saat ia merasa ia lebih baik mati saja. Orang tua itu mencoba bunuh diri, tapi gagal.

Di pagi setelah kegagalannya bunuh diri, si orang tua merasakan dunia seakan baru pertama kali. Hangatnya mentari, indahnya semburit cahaya fajar, kicau bung, segalanya dalam dunia ini begitu indah.

"Apakah engkau lupa betapa enaknya rasa buah cherry?" Tanya si orang tua itu kepada sang tokoh. Seakan si tua ingin berkata bahwa, mengapakah engkau ingin meninggalkan rasa buah cherry, ingin meninggalkan semua keindahan ini?

Ya, mensyukuri buah cherry (mensyukuri segala aspek terkecil alam hidup ini) mestinya bisa jadi salah satu cara untuk mengobati luka hati. Alangkah ajaibnya hidup ini, alangkan indahnya!

Tapi manakah yang lebih patut disyukuri, rasa buah cherry itu, ataukah lidah yang membuat kita bisa mengecap rasa buah cherry itu?


Copyright © Heart 'n Souls Indonesia, 2001. All Rights Reserved.