Cerita
· Agama & Rohani (64)
· Cinta (228)
· Humor (19)
· Kasih (61)
· Kristen (330)
· Lain-lain (632)
· Orang Tua (40)
· Peliharaan (2)
· Persahabatan (32)
· Puisi (185)
· Sikap (274)
· Sukses (31)
  Cerita Terbaru
. Kehidupan Yang Berarti
. Seorang Argo Cilik
. Beda Cowok Playboy..
. Cinta Yang Agung
. Golongan Darah
. Inipun Akan Berlalu
. Gabriella Dan Trofi
. Berjalan Dengan Keong
. 90/10
. Memilih
. Kepribadian Fleksibel
. Berpikiran Positif
. Point Of View
. Setiap Orang Ingin.
. Mari Belajar Dari..
. Kepuasan Terbesar..
. Makna Sukses
. Mencapai Potensi..
. Setiap Langkah...
. Jangan Pernah...
. Busuknya Kebencian
. Kelinci Si Penakut
  Pencarian Cerita


Exact Match Search
  About This Site
· Home
· Links
· Kontribusi
· Contact Us
· Copyright Info
· Privacy Statement
  Partners Site
· Afterhours
· Heart 'n Souls
· Palm Gaming World
  Home : Cerita : Agama & Rohani
The goal of this site is to touch the heart and restore the soul of those who view this site in your spare time. We hope that this site may comfort the sad, befriend those that are happy, touch the heart and calm the hearts of those that are angry/bitter/upset.

Also to assist in giving wisdom/inspiration to those that work. Enjoy yourself, learn and share wisdom from our collection of inspirational stories, motivational message, inspiring messages, parables, clean jokes, love poems.


Narada Membawa Mangkuk
Oleh: Anthony de Mello Sj

Orang bijaksana dari India bernama Narada menaruh bakti kepada Tuhan. Demikian besar baktinya, hingga pada suatu hari ia tergoda untuk berpikir bahwa di seluruh dunia tidak ada orang yang mencintai Tuhan melebihi dia.

Tuhan membaca hatinya dan berkata:
“Narada, pergilah ke kota di pinggir Bengawan Gangga, sebab seorang penyembahku diam disana. Hidup disampingnya akan baik bagimu.”

Narada pergi dan bertemu seorang petani, yang pada waktu pagi bangun menyebut nama Tuhan hanya satu kali, lalu mengangkat bajaknya dan pergi ke ladangnya, dimana ia bekerja sepanjang hari. Hanya sesaat sebelum tidur diwaktu malam ia mengucapkan nama Tuhan satu kali lagi.

Narada berpikir:
“Bagaimana si petani ini bisa berbakti kepada Tuhan? Kulihat dia sepanjang hari sibuk dengan urusan duniawi.”

Lalu Tuhan berkata kepada Narada:
“Isilah mangkuk susu sampai penuh limpah dan berjalanlah keliling kota. Lalu datanglah kembali tanpa menumpahkan satu tetes pun juga.” Narada berbuat apa yang dikatakan Tuhan.

“Berapa kali engkau ingat akan Daku selama perjalanan keliling kota?” tanya Tuhan.

“Tidak satu kali pun Tuhan” kata Narada.

Bagaimana aku bisa bila Engkau menyuruh aku memperhatikan mangkuk berisi susu ini?

Tuhan berkata :
”Mangkuk itu menguasai pikiranmu hingga engkau lupa Aku sama sekali. Tetapi lihatlah petani ini yang meskipun dibebani tugas menghidupi keluarga, ingat akan Daku dua kali sehari.”


Copyright © Heart 'n Souls Indonesia, 2001. All Rights Reserved.