Cerita
· Agama & Rohani (64)
· Cinta (228)
· Humor (19)
· Kasih (61)
· Kristen (330)
· Lain-lain (632)
· Orang Tua (40)
· Peliharaan (2)
· Persahabatan (32)
· Puisi (185)
· Sikap (274)
· Sukses (31)
  Cerita Terbaru
. Kehidupan Yang Berarti
. Seorang Argo Cilik
. Beda Cowok Playboy..
. Cinta Yang Agung
. Golongan Darah
. Inipun Akan Berlalu
. Gabriella Dan Trofi
. Berjalan Dengan Keong
. 90/10
. Memilih
. Kepribadian Fleksibel
. Berpikiran Positif
. Point Of View
. Setiap Orang Ingin.
. Mari Belajar Dari..
. Kepuasan Terbesar..
. Makna Sukses
. Mencapai Potensi..
. Setiap Langkah...
. Jangan Pernah...
. Busuknya Kebencian
. Kelinci Si Penakut
  Pencarian Cerita


Exact Match Search
  About This Site
· Home
· Links
· Kontribusi
· Contact Us
· Copyright Info
· Privacy Statement
  Partners Site
· Afterhours
· Heart 'n Souls
· Palm Gaming World
  Home : Cerita : Kasih
The goal of this site is to touch the heart and restore the soul of those who view this site in your spare time. We hope that this site may comfort the sad, befriend those that are happy, touch the heart and calm the hearts of those that are angry/bitter/upset.

Also to assist in giving wisdom/inspiration to those that work. Enjoy yourself, learn and share wisdom from our collection of inspirational stories, motivational message, inspiring messages, parables, clean jokes, love poems.


Ayah, Anak Dan Burung Gagak
Oleh: Tidak Diketahui

Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbual-bual di halaman sambil memerhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah bendanya itu?"

"Burung gagak", jawab si anak.

Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi soalan yang sama. Si anak menyangkakan ayahnya kurang mendengar jawapannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat,"Itu burung gagak ayah!"

Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi soalanyang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit runsing dengan soalan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, "BURUNG GAGAK!!"

Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemu! dian sekali lagi mengajukan soalan yang serupa hingga membuatkan si anak hilang sabar dan menjawab dengan nada yang hendak tak hendak melayan si ayah, "Gagak la ayah.......".

Tetapi agak mengejutkan si anak, apabila si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanyakan soalan yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.

"Ayah!!! saya tak tahu samada ayah faham tau tidak. Tapi sudah lima kali ayah bertanya soalan tersebut dan saya sudah pun memberikan jawapannya. Apalagi yang ayah mahu saya katakan???? Itu burung gagak, burung gagak la.....", kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah terus bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang terpinga-pinga. Sebentar kemudian si ayah keluar semula dengan sesuatu di tangannya. Dia menghulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan tertanya-tanya. Ianya sebuah diari lama.

"Cuba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam ! diari itu", pinta si ayah. Si anak akur dan membaca perenggan yang berikut..........

"Hari ini aku di halaman melayan karenah anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, "Ayah, apa tu?".

Dan aku menjawab, "Burung gagak".

Walau bagaimana pun, anak ku terus bertanya soalan yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi cinta dan sayangkannya aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap ianya menjadi suatu pendidikan yang berharga."

Setelah selesai membaca perenggan tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si ayah yang kelihatan sayu.

Si ayah dengan perlahan bersuara, " Hari ini ayah baru bertanya kau soalan yang sama sebanyak limakali, dan kau telah hilang sabar serta marah."

Pengajaran:

"BERSAMA-SAMALAH JAGA HATI KEDUA IBUBAPA. JANGAN SESEKALI MENGECILKAN HATI MEREKA"


Reviews:
Copyright © Heart 'n Souls Indonesia, 2001. All Rights Reserved.